Trip 14 Hari ke 7 Negara di Benua Eropa

Tuesday, January 21st, 2020 - Ragam
Advertisement
advertisement
Hallstatt

Dear teman-teman BI, Beberapa minggu lalu saya posting tentang perjalanan saya ke Swiss dan banyak yang meminta itinerarynya. Jadi tulisan ini adalah rangkuman itinerary dan transportasi ke beberapa negara di Eropa yaitu Jerman, Austria, Italy, Swiss, Perancis, Belanda dan Belgia. Mungkin ada sebagian teman-teman yang berpikir wow apa ngga keburu-buru tuh kebanyakan negara? Negara-negara tersebut saya pilih dengan mempertimbangkan rute pesawat yang saya dapat yaitu Thai Airways multicity mendarat di Munich, Jerman dan pulang dari Brussel, Belgia.

Danau di dekat Lucerne HBF

Alhamdulillah semua tempat yang saya tetapkan di itinerary bisa didatangi dan tidak merasa terburu-buru, masih bisa santai seharian di Neuschwanstein castle, makan siang sambil memandangi Staubbach falls yang cantiknya luar biasa di Lauterbrunnen, seharian main salju di Titlis bahkan sosorodotan pake ban, ke Eiffel dan Louvre versi siang dan versi malam sampe nongkrong-nongkrong di Pont Alexandre III yang cantik di tepi sungai Seine, seharian liat bunga warna-warni di Keukenhoff dan lain-lain. Nyeselnya cuma satu, kurang lama di Swiss.. hu..hu cantik banget sih negara ini.
Tapi memang ada beberapa malam dimana saya harus tidur di bis/kereta antar negara, selain untuk menghemat biaya penginapan, juga menghemat waktu perjalanan. Oh ya, saya diuntungkan dengan musim semi yang, selain suhu dan cuacanya enak buat jalan-jalan, waktu siangnya juga lebih panjang, jadi sampai jam setengah 10 malam pun saya masih bisa mengeksplor kota-kota tersebut bestes programm zum youtube downloaden.

Eiffel

Jadi secara garis besar rute saya adalah sebagai berikut :
H-1 : Munich – Fussen (Neuschwanstein Castle)
H-2 : exploring Munich – otw ke Salzburg naik kereta, exploring Salzburg
H-3 : Hallstatt – balik Salzburg, malamnya otw ke Milan naik nightjet train
H-4 : Keliling Milan, sorenya otw ke Lucerne naik blablacar (base penginapan saya di Lucerne)
H-5 : Lucerne – Interlaken – Lauterbrunnen – Grindelwald – Lucerne
H-6 : Lucerne – Engelberg – Mt. Titlis – Lucerne – malamnya otw ke Heidelberg naik flixbus
H-7 : exploring Heidelberg karena saya ada teman disini (Alternatif yang mau skip kota ini, bisa ke Colmar), malamnya otw ke Paris naik flixbus
H-8 : Paris
H-9 : Paris
H-10 : otw Amsterdam, exploring Amsterdam
H-11 : Keukenhoff
H-12 : Zaanse Schan dan Volendam
H-13 : otw Brussel, exploring Brussel
H-14 : jam 9 otw ke Brussel Airport, flight jam 13 ke Jakarta transit Bangkok

Amsterdam


Untuk transportasi antar negara maupun di dalam kota-kota yang saya datangi, saya mengandalkan situs rome2rio dan google map saat menyusun itinerary. Saat di lapangannya saya mengandalkan google map saja. Bahkan sekarang saking canggihnya, google map bisa memberi tahu berapa menit lagi moda transportasi tram, metro atau kereta kita datang. Dan setelah naik kereta itu, ada fitur dimana gambar keretanya bergerak real time, jadi sangat membantu menentukan kapan kita harus bersiap-siap turun di stasiun tujuan.
Berikut ini rangkuman tiket dan moda transportasi yang saya gunakan :
1. Munich dan Fussen : saya menggunakan Bayern ticket, pass ini lebih untung jika dipakai small group up to five person karena harganya semakin murah. kalau sendirian harganya 25 euro, jika berdua 31 euro dan berlima 49 euro, see..ngga sampai 10 euro lho per orang. Tiket ini bisa digunakan untuk kereta regional dengan kode RB, RE, IRE, ALX, S-Bahn, BOB (Bayerische Oberlandbahn), M (Meridian), underground train U-Bahn, S-Bahn dan semua bis, dan enaknya lagi bisa untuk kereta sampai ke Salzburg springer ganzes buch herunterladen. Tiket ini juga bisa untuk bis dari stasiun Fussen hingga ke Neuschwanstein Castle. Tiketnya saya beli online dari situs Bahn.de. Tapi tanggal pemakaiannya harus sudah fix ya. Tiketnya dikirim lewat email dan jangan lupa diprint dan dibawa saat perjalanan. Selain itu harap diingat masa mulai berlaku tiket, kalau weekend berlaku mulai midnight sampai 3 am hari berikutnya, kalau weekday mulai jam 9 am sampai 3 am hari berikutnya.
2. Salzburg dan Hallsatt : Dari Munich ke Salzburg saya menggunakan kereta Meridian dan ini masih dicover Bayern ticket. Di Salzburgnya sendiri transportasi dalam kotanya kebanyakan saya menggunakan tram. Ada tiket 24 h Karte Vollpreis harganya 4 Euro, belinya di mesin tiket otomatis di depan stasiun Salzburg HBF. Enaknya di Salzburg atau hampir semua negara Eropa, public transportnya terintegrasi. Di depan Salzburg HBF ada terminal Bis dan tram, jadi saran saya cari penginapan di dekat Salzburg HBF.
Untuk ke Hallstatt saya membeli semua tiketnya on the spot. Pertama naik bis 150 tujuan Bad Ischl dari halte bis di depan Salzburg HBF. Dari Bad Ischl naik kereta tujuan stasiun Hallstatt. Dari Stasiun tinggal naik ferry ke Hallstatt google für pc herunterladen. Semua moda transportasi ini sudah tersambung, bis akan berhenti di depan stasiun kereta menuju Hallstatt, dan kereta akan berhenti di depan ferry penyebrangan jadi jangan khawatir nyasar. Pemandangan selama kesana sangat cantik, bikin mata melek terus.
3. Salzburg-Milan : Dari Salzburg kami naik OBB Nightjet ke Milan. Sebenarnya Milan hanyalah bonus, karena dari Salzburg ke Lucerne kota tujuan saya berikutnya jaraknya cukup jauh, dan flixbus jadwalnya ada pagi jam 5, berarti selain harus ada biaya penginapan lagi di Salzburg, juga menghabiskan waktu pagi-siang di bus padahal bisa dimanfaatkan untuk aktifitas lain. Jadi saya memutuskan naik naik Nightjet sampai ke Milan, explore Milan sebentar lalu lanjut flixbus Milan-Lucerne. Tapi kami kurang merekomendasikan Nightjet, terutama untuk traveller perempuan, karena faktor keamanan dan kenyamanannya kurang, padahal harga cukup mahal. Kereta ini gerbongnya dibagi menjadi kompartemen-kompartemen berpintu transparan yang bisa diisi 6 orang. Tidak ada tempat khusus menaruh koper, ada rak diatas tapi kecil dan risiko jika koper kami yang besar ditaruh atas. Alhasil sepanjang malam kaki harus menekuk karena spacenya dipakai koper. Selain itu, untuk perempuan, pilih kompartemen yang isinya perempuan saja demi keamanan, karena kompartemen di kanan kiri kami yang isinya cowok-cowok, rata-rata berbau bir menyengat. Kondekturnya pun saat memeriksa tiket mengingatkan untuk menjaga barang bawaan, kelihatannya memang kurang aman. Dan benar malamnya saat kami tertidur lelap, pintu kompartemen kami dibuka bapak-bapak bule berbadan besar botak, untung saya terbangun dan melihat dia, lalu dia pura-pura menyapa orang di kompartemen sebelah dan menutup pintu kami herunterladen von computer bild. Deg-degan sekali saya malam itu.
Sesampai di Milan, karena kami Cuma mau explore Piazza del Duomo dan sekitarnya, jadi kami beli tiket satuan di mesin penjual tiket. Sorenya kami naik blablacar ke Lucerne seharga 16 euro. Karena sampai Lucerne sudah malam, saya hanya istirahat di penginapan saja.
4. Lucerne-Interlaken-Lauterbrunnen-Grindelwald : Saya sudah membeli Tageskarte Gemeinde atau pass harian yang hanya bisa dibeli oleh Swiss Resident, saya minta tolong teman WNI yang tinggal di Swiss harganya 44 Fr, pass-nya kemudian dikirim ke host Airbnb saya. Alternative lain untuk turis bisa beli Saver Day Pass harga 52 Fr. Tiket ini tanggalnya juga harus sudah fix ya. Oh iya pass ini hanya berlaku sampai tujuan Lauterbrunnen/Grindelwald (lihat gambar), untuk ke Kleine Scheidegg kemudian ke Jungfraujoch paketnya beda lagi dan harganya sangat mahal. Saya maklum sih, karena membangun dan merawat infrastruktur keretanya pasti mahal. Saat perjalanan ke Lauterbrunnen saja ada tanjakan-tanjakan yang keretanya seperti menggunakan roda bergerigi. Jadi rute saya adalah Lucerne – Interlaken – Lauterbrunnen – Zweilutschinen – Grindelwald – Interlaken. Selama perjalanan, mata dimanjakan dengan pemandangan indah di kanan kiri, sampai kamera harus stand by terus dan mata ga rela buat bobo.
Sore harinya saya beli paket Lucerne-Mt Titlis di kantor SBB di lantai 2 Lucerne HBF agar besok pagi-pagi tidak terburu-buru karena kami ingin berangkat sepagi mungkin excel tabellen herunterladen. Setelah itu saya
masih sempat explore landmark-landmark yang terkenal di Lucerne juga.
5. Lucerne-Mt Titlis : Saya menggunakan paket Mt Titlis yang sudah beli kemarin seharga 120 Fr. Paket ini sudah termasuk tiket kereta Lucerne-Engelberg-Titlis return dan bisa naik ice flyer di puncak Titlis. Dari stasiun Engelberg jalan kaki 10 menit atau naik free shuttle bus ke Stasiun Cable Car, di sini ada persewaan sepatu dan jaket. Kalau jaket kemarin tidak terlalu perlu karena suhu hanya 14-17 derajat diatas, jadi jaket winter saya masih sanggup. Tapi sepatu khusus salju ini penting sekali. Saya sewa 10 Fr dan berguna sekali, saya lancar jalan di salju ngga takut kepleset, sementara banyak yang pakai sepatu biasa jalannya pelan takut kepleset, karena tipe salju di puncak Titlis itu salju abadi yang terpapar matahari, jadi agak padat dan keras ya, lumayan kalau jatuh sakit juga.
Ngga nyesel kesini walaupun agak mahal, demi pengalaman baru menaiki cable car terus naik Rotair yang bisa berputar 360 derajat. Pokoknya sampe terkesima ga kebayang dulu bangun infrastrukturnya kayak apa. Di puncak Titlis ada wifi kenceng lumayan bisa video call-an sama orang rumah biar mereka ikut ngerasain lagi di gunung penuh salju. Jangan lupa cobain juga free snowtubing di Trubsee (satu stasiun sebelum cable car mencapai puncak Titlis) herunterladen.
6. Heidelberg : Dari Lucerne saya masuk ke negara Jerman lagi tepatnya kota Heidelberg dengan menggunakan Flixbus. Tujuan saya kesini untuk mengunjungi 3 teman saya, orang native Jerman, yang pernah pertukaran pelajar ke Indonesia dan kami pernah tinggal sekost. Ternyata kota ini cantik juga dan mulai dikenal banyak wisatawan karena katanya berasa ‘Jerman banget’. Kota ini jg menjadi setting film ‘Arini’dari novel terkenal karya Mira W. Bahkan dalam salah satu dialog Arini mengucapkan, ‘’ Saya lebih baik ke Heidelberg daripada ke Paris’’, setelah membandingkan dua kota tersebut, saya sependapat dengan Arini hehehe… Saya di kota ini hanya 1 hari dan karena teman saya tinggal di dekat Universitas Heidelberg, jadi dekat dengan pusat kota dan tempat-tempat turistik bisa dijangkau dengan jalan kaki. Saya hanya menggunakan kereta dari stasiun utama Heidelberg HBF ke tempat teman saya bolak-balik. Beli tiketnya satuan sekitar 1,40 euro one way.
7. Paris-Versailles : Dari Heidelberg saya naik Flixbus bis malam ke Paris dan sampai keesokan harinya. Terminal bis di Paris namanya Parc de Bercy. Kekurangannya terminal ini di tengah taman ngga langsung di depan stasiun seperti di negara-negara lain, jadi lumayan capek geret-geret koper ke stasiun Metro terdekat.
Hari pertama langsung ke Istana Versailles karena hari itu hari Minggu, dan hari Senin istana ini tutup, jadi hari ini satu-satunya kesempatan bisa kesana muse herunterladen. Saya beli mobilis 1-4 harga 12,4 euro. Karena ini hari minggu dan cuaca cerah sekali, alhasil antrian di Versailles mengular. Saya mengantri sekitar 1,5 jam untuk bisa masuk, plus matahari terik sekali saat itu, kalau tidak ingat sudah beli tiket 27 euro, rasanya pengen dibatalin aja hehe. Untuk yang ingin membeli oleh-oleh gantungan kunci Eiffel, lebih baik beli disini, saya dapat harga 1 euro untuk 9 gantungan, sementara di Eiffel biasanya 1 euro dapat 6, paling banter 7 gantungan. Replika Eiffel 2 euro saja. Scarf Paris 10 euro dapat 10 scarf.
8. Paris : Hari kedua di Paris saya hanya membeli mobilis zone 1-2 harga 7,5 euro karena hanya keliling Paris saja.
9. Amsterdam-Keukenhof : Pagi hari saya naik Flixbus ke Amsterdam turun di Amsterdam Sloterdijk. Di stasiun ini saya membeli GVB 1 hour seharga 3 euro yang bisa digunakan untuk tram, metro dan bus, tapi tidak untuk train. Pass ini untuk perjalanan dari Sloterdijk ke penginapan saya. Saya juga membeli Amsterdam and Region Travel Ticket untuk 2 hari harganya 26 euro. Kalau yang 1 hari harganya 18 euro, yang 3 hari 33,5 Euro. Tiket ini berlaku untuk berbagai moda transportasi seperti bus, tram, train dan metro di Amsterdam dan area sekitarnya seperti Volendam/Edam, Zaanse Schan dan Harleem, serta Keukenhof jika kita ke Amsterdam saat festival itu diadakan avast free antivirus herunterladen.
Sore harinya karena tidak punya pass, saya keliling saja jalan kaki ke Rijk Museum dan tulisan Iamsterdam yang kebetulan tidak terlalu jauh dari penginapan.
10. Amsterdam-Lisse : hari kedua saya ke Keukenhof naik bis 850 dari Schiphol Plaza
11. Amsterdam-Zaanse Schan-Volendam : Hari ketiga di Amsterdam saya ke Zaanse Schan (Harus kesini, desa kincir angin ini cantik sekali. Jangan lupa cobain berbagai keju di toko keju disana) dan Volendam (beli oleh-oleh yang murah disini ya, lumayan lebih murah bahkan dibanding Bloemen Market di Amsterdam yang katanya tempat oleh-oleh murah)
12. Brussel : Dari Amsterdam saya naik Eurolines ke Brussel. Terminal Eurolines ada di dekat Stasiun Duivendrecht. Karena ini hari keempat dan Amsterdam and Region ticket hanya berlaku sampai kemarin, jadi saya kemarin sudah membeli 1 hour ticket ticket GVB.
Saya merasa lebih nyaman naik Eurolines bis ini dibanding flixbus karena ada kantornya yang jelas, kalau flixbus tidak ada papan petunjuk sama sekali, kemudian wifi lebih bagus dan karena di bis tidak ada toilet jadi ada waktu istirahat untuk ke toilet dan jelas toiletnya yang lebih bersih. Di Flixbus saya ngga berani pakai toiletnya karena dari luar aja tercium bau kurang sedap.
Terminal Bis tepat di depan Stasiun Brussel Nord. Di sini saya membeli ticket jump 24 hours seharga 7,5 euro untertiteln herunterladen. Saya menginap di dekat stasiun Brussel Midi karena banyak tourist destinations yang di dekat sini seperti Maneken Piss, Grand Place dan Royal Palace yang bisa dijangkau dengan jalan kaki atau tram.
13. Brussel-Airport : Hari terakhir waktunya pulang ke Indonesia, dari penginapan menuju Brussel Midi di pagi hari saya masih bisa menggunakan pass 24 hours yang kemarin. Dari Brussel Midi ke Airport Zaventerm saya membeli ticket di mesin otomatis seharga 9 euro. Walaupun tidak ada pemeriksaan, tiket ini jangan sampai hilang karena saat di bandara akan di-tap agar bisa masuk ke bandara.

Travelling mandiri tanpa ada drama itu kayak kurang lengkap ya haha.. ada beberapa kejadian drama karena kesalahan sendiri yang saya alami selama perjalanan ini.
Yang pertama, ketinggalan kereta nightjet Salzburg-Milan. Ini ceritanya karena saya salah mencantumkan jam keberangkatan kereta ini di itinerary. Memang ada 2 jadwal nightjet ini, saya seharusnya naik yang jam 22 itu langsung ke Milan, malah saya tulis di itin jadwalnya yang jam 01 malam dimana harus pindah kereta dulu di Venice herunterladen. Parahnya lagi, saya lupa stasiun Venice ada dua, harusnya saya turun di Venice Mastre dan pindah kereta ke Milan, saya malah turun di Venice Santa Lucia. Alhasil ketinggalan kereta ke Milan, yang otomatis ketinggalan Flixbus juga ke Lucerne siangnya haha. Akhirnya di tengah kepanikan saya mendaftar ke website blablacar dan alhamdulillah hari itu ada yang jadwalnya pas sekali dari Venice ke Milan dan sorenya dari Milan ke Lucerne, Ah leganya.
Mungkin ini cara Allah memberi saya kesempatan menginjakkan kaki di Venice walaupun ga sempat jalan-jalan juga karena panik hehe.

Drama yang kedua adalah di koper terkunci di luggage storage di Stasiun Gare de Lyon Paris karena kami sampai disana lewat dari jam 10 malam (keasikan nonton Eiffel yang lampunya mulai menyala saat senja), padahal jam 11 malam kami harusnya naik Flixbus ke Amsterdam. Rupanya kalau luggage storage yang dijaga petugas, walaupun dia bilangnya 24 jam, maksudnya tuh koper dijaga 24 jam, tapi petugasnya Cuma sampai jam 10 malam, lewat dari itu koper baru bisa diambil jam 6 keesokan harinya. Jadi sebaiknya cari luggage storage yang koin saja tanpa petugas. Waktu itu pertimbangan saya stasiun Gare de Lyon ini yang terdekat dari Bercy terminalnya Flixbus. Alhasil malam itu kami harus merogoh kocek lebih untuk menginap di hotel dan membeli tiket flixbus baru, yang mahal karena dadakan hehe.

Budget dalam rupiah :
Tiket pesawat pp : 7,7 jt
Penginapan : 4,3 jt (di Heidelberg menginap di rumah teman)
Transportasi : 6,2 jt
Total : 18,2 juta (belum termasuk makan, toilet, penitipan koper dan oleh2)

link itin dan budget : http://jmp.sh/RO23Nj7

link itinerary detail tiap kota : http://jmp.sh/Z2VUG3X

Maaf kalau cerita saya panjang, semoga tidak bosan membacanya dan semoga bermanfaat bagi yang akan kesana..

Pictures gallery of Trip 14 Hari ke 7 Negara di Benua Eropa

Advertisement
advertisement
Trip 14 Hari ke 7 Negara di Benua Eropa | Noval Backpacker | 4.5