The Pleasure of Istanbul Taste

Friday, March 29th, 2019 - Turki
Advertisement
advertisement

Dari kesekian banyak mendengar traveller bergosip, selalu terbayang saat mereka membicarakan Eropa, Jepang dan satu lagi yaitu Turkey!

Turkey adalah idaman! pun sejak saya belajar tentang ilmu Ma’rifat, berkeinginan sekali merasakan bagaimana nuansa wilayah dimana para Sufi itu mendapat tempat hingga menciptakan keilmuan yang sungguh menakjubkan tersebut.

Turkey juga menawarkan bingkai sejarah bagaimana Eropa dan Asia bertemu, bahkan disinilah dahulu Kaisar Konstantin cukup berani memindahkan peradaban Roman yang hampir pasti mewakili seluruh cirikhas Eropa menuju ke selat Bosphorus ini dan menamainya Konstantinophel.

Napoleon Bonaparte yang pernah menakhlukan hampir seluruh daratan Eropa, pun pernah terpesona dalam ungkapannya “If the world was only one country, Istanbul would be its capital!” seolah-olah menjadikan titik disinilah baik culture, geografis, ekonomi dan peradaban seluruh dunia bertemu dan selaras.

Turkey Ottoman juga pernah merubah dengan dahsyat sejarah dunia saat memutuskan menutup akses bagi orang Eropa untuk datang ke Bethlehem. Membuat Paus Yulis II turun tangan dan memprakarsai Perjanjian Tordesillas tahun 1494 yang menentukan penjelajahan samudra dan pembagian wilayah dunia menjadi dua untuk Spanyol dan Portugis, di saat itu pula dunia kemudian tahu bahwa bumi itu bukan datar melainkan bulat. Turkey telah pernah menjadi tempat yang membuat dunia gusar dan bertahun-tahun menimbulkan Perang.

Bagaimana dengan saya? bagaimana mungkin saya mampu menahan pesona itu? bak gadis manja dengan rayuan yang ganas membuat saya tak mampu lagi tertahan! tiket seharga 5,6 juta PP by Oman Air langsung dieksekusi seketika. Mungkin harga ini bukanlah yang termurah karena saat Qatar Airways lagi berbaik hati biasanya harga jatuh lebih murah lagi.

Landing di Ataturk Havalimani, hawa dingin sudah langsung menggigit hingga ke sendi-sendi tulang. Saya datang pada bulan November yang memang di Turkey adalah sedang musim Autumn yang sudah hampir berakhir dan berganti Salju. Saya membeli Simcard Internet by Turk Telekom seharga 130 Lira (Rp. 350.000) untuk 10 GB/30 hari. Sekalipun ini sudah paling murah di Airport namun kemudian beberapa info bilang mending beli di tengah kota bisa dapat 60 Lira untuk Simcard yang sama.

Bagaimana cara menuju kota Istanbul? Jangan lupa bahwa Atartuk sudah masuk wilayah Eropa dan tahulah bahwa segala sesuatu sudah sangat mahal! Traveller kere seperti saya sudah pasti menolak taxi dan berusaha dapat transportasi paling murah. Membeli Istanbulcard semacam Octopus di Hongkong atau Ez-link di Singapore, dengan memasukan uang 30 Lira akan terdeposit 24 Lira dan 6 Lira untuk biaya Card nya.

Transportasi di Istanbul sudah sangat memanjakan bagi traveller yang berkunjung kesana, sangat mudah. Dari Atartuk anda cukup menggunakan M1 Line dan transit di Zeytinburnu Station lalu pindah ke T1 Line dan menuju Sultanahmed Station menggunakan Tramp, maka sampailah anda di Kota Tua Istanbul. Biaya Subway untuk sekali pakai anda akan dikenai kurang lebih 1 Lira dan anda bisa menikmati Tramp di tengah kota yang lumayan historical banget itu.

Saya memilih hotel Amida House yang tempatnya sangat dekat dengan Blue Mosque dengan harga 97 Euro untuk 5 malam (sekitar Rp. 320.000/mlm), harga yang sudah terkategori sangat murah untuk hotel.

Akan kemana saja saya selama 7 hari di Turkey? Saya dengan semangat akan menjawab bahwa saya hanya akan sightseeing Istanbul! Apa nggak rugi 7 hari hanya di Istanbul? kenapa tidak eksplore keluar kota Istanbul? Saya tidak mau rugi untuk meninggalkan kota ini, saya berharap bisa sepuasnya jalan-jalan di kota impian saya ini.

So, dengan begitu destinasi yang bisa saya harapkan hanya Museum dan Kuliner. Saya membeli Museum Pass seharga 185 Lira di ticketing Topkaki Palace yang bisa digunakan untuk masuk hampir semua Museum di Istanbul. Harga ini adalah pilihan smart daripada beli tiket ketengan yang kira-kira seharga 90 Lira untuk setiap Museum.

Berkeliling Istanbul selama bulan November adalah pilihan yang bisa dibilang tepat bisa juga tidak. Bagusnya November adalah saat dimana tidak terlalu banyak turis dan beberapa bagian kota sepi sehingga anda bisa betul-betul menikmati suasana kota, itu pun anda kadang harus antri panjang sekali untuk bisa masuk tempat wisata, bayangkan kalau bulan Juni – September?

Kurang tepatnya adalah musim dingin! bagi orang tropical seperti kita, musim ini sungguh menyiksa! hahaha. Anda harus siap-siap Long Johns berikut dengan Coat/Jaket hangat dan syal. Sekalipun ini menyiksa buat saya tapi bagi sebagian orang adalah saat yang tepat buat berfoto dan memamerkan busana-busana Coat yang cantik dan menawan! saatnya catwalk lah! ga mungkin juga pakai Coat dan Sepatu Boots di Indonesia kan? hahaha.

Hampir setiap sudut adalah sangat indah! rasa hampir mirip saat saya di Jepang, cuma minus kharakter, sekalipun Turkish itu ramah-ramah namun tidak semanis Japanese. Cuma, siap-siap mata tak bakalan istirahat liat hidung mancung dan mata belok, mohon maaf untuk bilang “pantas perempuan disini banyak bercaradar dan berjilbab tertutup, kalau nggak pasti mata laki-laki bakal jelalatan tak terhenti!” hahahaha! including me!

Makanan di Istanbul kebanyakan adalah Kebab, uenak! Topping nya anda bisa memilih daging dan ayam atau bahkan berbagai macam jenis sallad yang super duper enak! Trik dari saya, pagi hari belilah Roti Nutella entah saya tidak tahu namanya dengan harga 4 Lira, siang hari makanlah Jagung Rebus/Bakar seharga 3 Lira, dan malam hari hajarlah dengan makanan yang enak-enak dengan harga berkisar 30 Lira. Sehari bisa irit dengan total 40 Lira (Rp. 100.000) untuk urusan makan dengan porsi makanan orang Turki yang bisa dibuat berdua oleh orang kita haha.

Jika anda sedang berada di Haga Sophia Park malam hari dan apalagi jika anda terlihat sendiri, mendadak akan datang ke anda seorang cowok yang biasanya ganteng dan meminta tolong anda untuk membantu take a pict, setelah anda membantunya berfoto lalu dia akan mulai mengajak anda ngobrol dengan sapaan yang khas “where do you come from? my name bla bla bla and i am come from bla bla bla which its far from here, i am visitor and will be sightseeing here for 2 days”.

Inget betul ya kata-kata saya ini! lalu setelah pembicaraan yang manis itu dia akan menawarkan anda untuk pergi ke tempat yang namanya Marina dan mengajak anda “ngebir” atau ajeb-ajeb. Jangan mau! ini adalah scam yang memang saya belum tahu modusnya tapi saya pastikan ini scam. Kenapa? karena setelah saya menolak, di sudut tempat yang lain datang cowok lain berbeda dan menawarkan dengan modus yang sama.

Ketiga kalinya saya juga ditemui dengan modus yang sama oleh orang yang berbeda. Bagi anda cewek-cewek Indonesia, harap hati-hati mereka tidak hanya mengajak laki-laki namun juga perempuan, dan pastinya untuk cewek Indonesia biasanya langsung terpesona dengan rayuan cowok Turkey yang boleh dibilang ganteng untuk ukuran anda (semacam curhat kesal dari cowo pesek dan muka datar seperti saya! fiuuhh! ðŸ˜­).

Istanbul make me crazy! I love this city so bad! Nggak pengen pulang!

Tulisan saya ini, semoga mampu mentransfer perasaan saya kepada anda, bagaimana Istanbul begitu menggoncang hati saya! Istanbul taste! seperti makanan enak yang tak bakal berhenti saya makan, anda harus berada disini! sesegera mungkin! hahaha.

See you for next story!
Happy trip! ðŸ˜

Pictures gallery of The Pleasure of Istanbul Taste

  • s8
Advertisement
advertisement
The Pleasure of Istanbul Taste | Backpacker | 4.5