The Land Of Fire and Ice

Wednesday, March 27th, 2019 - Uncategorized
Advertisement
advertisement

#BIIceland #part1 Hallo sahabat BI, saya mau sharing sedikit mengenai perjalanan saya ke Iceland yang Fascinating dan punya julukan “The Land Of Fire & Ice” beberapa waktu yang lalu. Landed di Keflavik International Airport awal Maret 2019. Visa yang dibikin masuk kategori Visa Schengen. Di Jakarta saya buat di kedutaan Norway, karena Iceland tidak mempunyai perwakilan resmi di Indonesia.
Singkat cerita semua persiapan dan itinerary saya buat sendiri dengan bantuan beberapa referensi dari beberapa group travelling & research yang cukup lama (maklum pengalaman pertama ke Iceland). Trip saya 7 hari di Iceland. Hari pertama dan kedua saya habiskan di Reykjavik, Iceland Capital City. Ohya kenapa saya memilih untuk kesana di Maret karena menurut research di bulan ini chance untuk bisa liat Northern lights (aurora) tinggi banget kemungkinannya (that’s the main purpose of this trip) katanya si bucket list semua traveller untuk liat Northern Lights di Artic Circle, salah satunya di Iceland ini.
Dari Airport ke Reykjavik itu transportasinya hanya ada shuttle Bus aja, saya sudah booked ticketnya sebelum sampai Iceland via apps Klook, Namanya Flybus ini sekitar 370rb per single trip, busnya angett terus ada wifi on board, kalo beli langsung di Airport lumayan juga sekitar 500rb. Jadi dari airport kita akan diantar ke terminal utama di kota kemudian dilanjut naik shuttle bus ke halte terdekat dari hotel/apt kita. Ohya di Iceland ga perlu repot2 nuker uang ke Icelandic Krona ya, karena uang cash ga begitu kepake disana, semua tempat sudah cashless semua / contactless. Rekomen banget pake Jenius Debit Card, karena untuk melakukan pembayaran sangat mudah dan praktis banget tinggal Tapping di mesin contactlessnya. 
Di Reykjavik, saya stay di OK Apartment, deket banget dari Phallological Museum (Penis Museum) walking distance. Getting Around in Reykjavik is quite easy, jadi setiap travelling saya nggak pernah mau ikut hop on hop off yang dari sisi harga lemayan. Saya lebih pilih untuk naik public bus, naik busnya gampang banget, jadi beli tiketnya di toko2/supermarket deket halte busnya. Jadi sistemnya ticket yang dibeli untuk single trip seharga 440 ISK (sekitar 50rb an) bisa berlaku untuk 70 menit ke mana aja terhitung dari saat otorisasi pada mesin di dalem busnya. 
Karena di Iceland itu semua muahaaal banget, jadi saya putuskan untuk masak memasak saja di Apartment untuk kebutuhan makannya lumayan bisa menghemat heheh. Ada dua supermarket yang menurut orang local bisa dibilang paling murah yaitu Kronan supermarket & Bonus Supermarket. Jadi saya beli semua basic need for cook kaya roti, telur, cooking butter, bacon dll. Untuk kebutuhan minum,ga perlu khawatir, Tap water (air keran) di Iceland itu termasuk yang paling bersih dari belahandunia manapun, jadi cukup sedia botol minum kosong tinggal isi dimanapun heheh, superr hemat.
Karena main reason kesini pengen banget ngeliat northern lights jadi sebelum saya sampai di Iceland saya beli package tournya online. Waktu itu saya beli paket tour dari Namanya “Bus Travel Iceland”, super rekomen banget, karena sebelumnya saya bingung gimana ni caranya nguber northern lights sempet ngobrol scr online juga sama salah satu suhu disini yg ada di Iceland yang katanya punya paket nemenin sampe ngeliat auroranya.. tp begitu saya tanya tanya lebih dalam mekanismenya bgm dan seperti apa kayanya yang bersangkutan super sibuk sampai hari H keberangkatan saya pun ga di respon messagenya 😊. Balik lagi ke tour auroranya, jadi kita dijemput di meeting point dekat hotel masing2 pake minibus pukul 21.30 malam langsung lanjut perjalanan ke antah berantah kurang lebih 2 jam perjalanan dari Reykjavik, karena untuk bisa ngeliat northern lights dengan sempurna perlu banget sampai ke tempat yang totally darkness, ga ada satupun artificial lights dan sejauh mungkin dari kota. Dan bener aja, baru kita sampai 5 menit pada lokasi pertama, muncul aja Northern Lightsnya, bersyukur banget dan merinding bisa dikasih kesempatan ngeliat cantiknya Aurora di Iceland untuk pertama kali. Auroranya warnanya masih yang common, hijau kebiruan. Konon katanya yang paling rare itu warna pink dan ungu, yang chance untuk ngeliatnya 50:1 setiap kemunculan aurora. Bucket list checked.
Ohya, Aurora paling banyak muncul di bulan Sep – Maret setiap tahunnya, tapi hanya di Sept dan Maret aja chance paling besar munculnya.

Nanti saya lanjut lagi di part 2 untuk destinasi berikutnya di Iceland. #iceland#bireykjavik #aurora #icelandtips

Pictures gallery of The Land Of Fire and Ice

  • z1
Advertisement
advertisement
The Land Of Fire and Ice | Backpacker | 4.5