Solo Travelling di 2 Negara? Why Not Gaess!

Friday, March 29th, 2019 - Malaysia, Thailand
Advertisement
advertisement

Bulan Juli 2018 tahun lalu aku berkunjung ke 2 negara di Asia (Kuala Lumpur dan Thailand). Saya solo travelling dari Kebumen. Karna pergi ke luar negeri habis lebaran dan mendadak nah pas itu ikut saudara ke Jakarta menggunakan mobil pribadi. Tapi lumayan sekali pada waktu mendadak seperti itu dapat maskapai MH dengan full fasilitas dengan bagasi 30kg hanya 450.000an dari Jakarta tujuan Kuala Lumpur. Dengan fasilitas memuaskan, tempat duduk lebih luas dibandingkan maskapai lainnya, dapat fasilitas makanan dan cemilan juga. Perjalanan -+2jam dari Jakarta menuju Kuala Lumpur. Sesampai di Kuala Lumpur kemudian dijemput makcik dan pakcik di KLIA menuju ke rumah Sungai Buloh.

Setelah sehari lepas di Kuala Lumpur, saya ada niatan untuk ke Hatyai (perbatasan Malaysia dengan Thailand sendiri) sebelum acara dirumah saudara. Kemudian aku beranikan diri untuk kesana. Dari rumah kemudian diantarkan paman ke MRT Sungai Buloh. Kemudian berganti tren (kereta) menuju Terminal TBS atau sering disebut Terminal Bersepadu Selatan. Untuk menuju ke TBS sempat terlewat menaiki kereta, alhamdulillah sempat tanya orang sebelah saya dengan baiknya dia menunjukkan kereta yang mau ke TBS hehehe. Alhamdulillah sekali ada orang baik yang menuntun saya. Sesampai di stasiun TBS jalan kaki sekejap sudah masuk pintu terminal TBS. Lokasi ini sangat strategis, mudah dijangkau dengan transportasi umum maupun online. Kemudian bergegas menuju terminal. Terminalnya pun sangat bersih, nyaman, ber AC, dan enaknya lagi ada WIFI cuma-cuma hehehe. Alhamdulillah masih dapat bus menuju Pusat Kota Hatyai, bus berangkat pukul 22.00 waktu Malaysia masih bisa leyeh-leyeh diterminal 1,5jam. Tiket bus ke Hatyai menggunakan Alisan Golden Coach harga 65 RM (kisaran 230.000an rupiah) lama perjalanan 10 jam sampai di kota Hatyai dengan pemberhentian 3x untuk cap paspor di Imigrasi Malaysia maupun Sadao Thailand . Sebelumnya sempat browsing di internet bahwa ke Hatyai katanya dipersulit A B C dan D alhamdulillah kemarin aman jaya sentosa tanpa ada kesulitan apapun. Karna bus kami ketika masuk wilayah Imigrasi si supir bus menngumpulkan paspor satu per satu penumpang kemudian diserahkan ke cap Pasport tanpa kita harus mengantri dan kita tidak perlu membayar juga. Jadi pada saat mau cap paspor sambil menunggu ada yang ijin ke Toilet, makan malam, dan ada yang duduk santai di kursi. Menunggu -+ 30menit kemudian penumpang naik ke bus untuk melanjutkan perjalanan. Selama di bus alhamdulillah nyaman, karna bus yang saya tumpungi seatnya kursi 1 – 2 nah pas itu saya pilih yang pinggir jendela dengan kursi seat 1 jadi tempatnya lebih luas, kursinya empuk bisa disetel, ada tempat untuk sandaran kaki, ada tempat charge hp, disediakan selimut , AC bus dingin sekali, dan ga lelah selama perjalanan.

Tepat pukul 04.00 waktu Thailand setara waktu Indonesia kita sudah sampai di Imigrasi Sadao, Thailand Selatan. Karna tiba terlalu awal, alhasil menunggu antrian buka imigrasi. Ternyata pada waktu itu didepan bus kami ada 3 antrian bus yang lebih awal datang. Nah kali ini penumpang turun satu per satu dengan barang bawaan beserta pasport untuk di cap. Kantor Imigrasi buka pukul 05.00 antrian pun sangat panjang. Kunci utama pada saat mau masuk di ruangan Imigrasi dibuat tenang dan santai. Oh iya, tadi pas di imigrasi awal sempat diberikan selembar kertas kecil kertas itu jangan sampai hilang ya karna itu penting sekali dan dipertanyakan di Imigrasi Sadao ini. Dan jangan lupa bukti tiket penerbangan pulang ke Indonesia (kembali ke negara masing-masing ditunjukkan). Setelah dicap, kemudian jari kita dicek dimesin cap jari setelah selesai kita langsung kembali ke bus. Jangan lupa bus yang kita naiki di hafalkan agar tidak tertinggal maupun tertinggal. Nah pada saat itu banyak sekali para pelancong di Imigrasi Sadao berganti ke van (travel) disini bilamana dia tidak membeli tiket bus hanya sampai Imigrasi saja, dan mereka harus bertukar disini dan mencari van di imigrasi ini. Karna pada waktu itu saya beli tiket langsung sampai Pusat Kota, maka saya masih melanjutkan perjalanan ke Pusat Kota Hatyai dengan bus yang saya tumpangi. Dari tempat imigrasi tadi masih lanjut perjalanan 4jam untuk ke pusat Kota Hatyai kemudian saya lanjut tidur di bus.

Tepat pukul 07.30an tiba di Agen bus Alisan Golden Coach. Sempat panik tak pegang uang Baht hanya memegang uang RM itupun tak banyak. Setelah itu uang yang di B*A aku pindah ke C**B Ni**a agar bisa tarik tunai disana. Sempat bingung dari 3 kartu ATM saya tak bisa digunakan. Alhasil aku tunggu sampai jam 08.10 baru bisa tarik tunai di ATM C**B N**ga . Kemudian uang RM aku tukar di money changer. Karna sampai pagi, cari sarapan pagi. Lumayan lah bisa masuk makanannya hahaha. Tapi belum apa-apa sudah tledor dompet, paspor dan seisinya ketinggalan ditempat aku makan. Tadinya bingung kok ga ada pas mau bayar di Cir**e K eh kemudian balik ke kedai alhamdulillah kemudian diamankan sama pemilik kedai. Karna saya tak pandai bahasa Thai cuma bisa mengucap Kap Kun Krap hahaha. Habis itu balik ke Cir**e K untuk membayar produk yang mau dibeli. Emang ya wanita, belum cari poenginapan udah nglayap ke tempat shopping. Siapa yang ga tergiur , Thailand kan pusatnya skincare, makeup, whitening jadi belum apa-apa open jastip dan pada kalap shopping hahaha.

Beberapa jam kemudian lanjut ke penginapan. Karna jaraknya dekat, saya jalan kaki dari kedai ke penginapan. Kemudian sempat ditawarkan Tuktuk dan Tuktuk yang aku minta mengunjungi 8 tempat di Hatyai dalam waktu seharian alhamdulillah deal 800 Baht -+350.000an dan masih ditambah 2 tempat wisata (saran si kalau mau ramean lumayan murah, krn saya sendirian alhasil saya sewa sendiri) . Ya kembali ke awal tawar menawar sambil megang kalkulator, dan tujuan kemanapun saya tunjukkan foto di hp karna saya tak pandai cakap. Tapi abang-abangnya baik. Dia muslim dari Thailand asli, solatpun rajin andai bisa bahasa Thai mungkin banyak cakap di jalan hehehe. Setelah itu saya diantarkan ke hostel untuk menaruh tas bawaan. Karna belum waktu checkin, saya menumpang mandi ssaja setelah itu lanjut perjalanan yang dituju. Setelah seharian jalan, kemudian mampir makan dekat pantai. Pantai-pantai di Hatyai gratis lho. Bagi yang suka masakan asam jujur pasti suka banget sama tomyam. Tomyam buatan Hatyai sebenarnya enak, karna aku tak bisa makan masam alhasil kuahnya ga aku minum jadi hanya makan seafood saja. Makan nasi + tomyam seafood dan air minum 100 baht -+45.000an aja loh, murah banget padahal seafoodnya banyak. Setelah jalan, lanjut shopping sekejap untuk makan malam di hostel. Karna saya sekejap saja di Hatyai, saya mencari hostel yang murah harganya 50.000/malam, lumayan lah untuk simpan tas dan istirahat semalam. Tapi penginapan untuk hotel *3 maupun *4 murah kok harga mulai dari 250.000-700.000an per malam. Setelah sampai di penginapan kemudian beberes barang bawaan lanjut mandi sore , lanjut shopping belanjaan habis maghrib. Hostel dekat dengan masjid, dekat warung makan muslim, dekat dengan mall maupun minimarket. Untung aja maps ga error, jadi kemana-mana jarak dekat pakai google maps. Karna malam waktunya wisata kuliner, saya pulang ke hostel pukul 22.00. Untuk cemilan, makanan dan minuman setara lah kaya jajanan di Jakarta harganya.

Keesokan hari jalan-jalan sekejap dekat hostel sambil sarapan pagi. Kemudian berjalan-jalan ke wisata yang belum dikunjungi sekejap sambil menunggu jam checkout. Setelah pukul 11.00 saya balik ke hostel kemudian beberes, kemudian checkout dan lanjut ke Stasiun Hatyai menggunakan kereta ekonomi tujuan Padang Besar (perbatasan Malaysia dan Thailand). Harga tiket 10.000rupiah lama perjalanan 1jam. Sesampai di Stasiun kemudian cap imigrasi dan cek barang bawaan alhamdulillah barang aman . Sempat ada drama kehabisan uang. Kalau mau ke ATM agak jauh, padahal kereta sebentar lagi datang alhasil uang RM dan Baht dimix bisa untuk beli tiket kereta ETS tujuan KL Sentral seharga 102 RM setara 360.000an rupiah tetap pulang lah karna sempat sakit juga, efek makan masam hahaha. Emang si keretanya bagus, kereta cepat juga, tempat duduk luas, ACnya dingin banget. Lama perjalanan -+ 7jam, lumayan bisa tidur karna sampai di KL tengah malam. Setelah sampai KL Sentral lanjut ke MRT Sungai Buloh alhamdulillah masih dapat. Pulang dalam keadaan sakit, uang tak ada, tak bisa tarik tunai, untung sempat topup saldo MRT jadinya masih bisa pulang tanpa uang.

Ini pengalamanku jalan-jalan sendiri di negara tetangga, mana pengalamanmu gaess???
#solobackpacker #solotravelling #explorehatyai #explorekualalumpur

Pictures gallery of Solo Travelling di 2 Negara? Why Not Gaess!

  • d1
  • d1
Advertisement
advertisement
Solo Travelling di 2 Negara? Why Not Gaess! | Backpacker | 4.5