Perjalanan Backpacker Bersama Istri Tercinta, Trip 11 Hari

Friday, February 22nd, 2019 - Uncategorized
Advertisement
advertisement

Halo Biers. Sudah lama banget rasanya g ada share perjalanan. Kali ini mau share perjalanan bersama istri tercinta dengan total pengeluaran sekitar 13 juta berdua, trip 11 hari (2 hari Malaysia, 5 hari Thailand, 4 hari Myanmar). Semua penerbangan hasil hunting free seat setahun sebelumnya.

Day 1 – Penerbangan dari Surabaya menuju Kuala Lumpur. Landing KLIA2 hampir jam 4 sore. Beres imigrasi langsung lanjut pake bus seharga 12 MYR menuju KL Sentral. Setelah check in dan bersih2 balik lagi ke KL Sentral buat naik bus gratis Go KL menuju Dataran Merdeka. Kalau trip sebelumnya kesini waktu siang, kali ini nyobain liat view malamnya. Dari KL Sentral kami turun di Menara DBKL, sengaja nggak turun di Dataran Merdeka karna mau coba ambil spot berlatar KL Tower di kejauhan. Ternyata view nya bagus, walaupun fotonya jadi semacam iklan asuransi >_<Setelah selese ambil foto kami jalan santai menuju Dataran Merdeka. Ternyata di sekitar sini ada yg namanya Countdown Clock, kalau siang pasti biasa aja keliatannya, tapi karena malam jadi nampak cantik #BIKualaLumpur

Day 2 – Hari ini nggak ada jadwal ambisius, cuma keluyuran pake bus Go KL. Rencana mau liat KL Tower dari dekat, ternyata view nya lebih bagus waktu ambil malam hari deket bus stop Menara DBKL. Sempat turun di Bukit Bintang juga buat liat2 toko di dalam mana tau ada promo pakaian winter (karena kami berencana beli pakaian winter februari tahun depan di trip kali ini). Keluar lagi karena harganya g enak di hati hehe. Karena kebetulan ini hari Jumat, kami turun di masjid terdekat di sepanjang jalur yg dilalui bus. Akhirnya saya turun di Masjid Kampung Baru (Blue Line), mesjidnya persis ada di sebelah bus stop. Dan ternyata di belakang masjid ada banyak penjual jajanan murah, lumayan juga buat hitung2 makan siang hehe. Setelah puas keliling hampir seharian, kami balik ke KL Sentral, ambil tas di hotel, lanjut menuju KLIA2. Jam 11 malam ini kami ada penerbangan menuju Hat Yai. Landing sebelum tengah malam. Hotel kami nggak di pusat kota, karena cuma buat transit semalam. Untungnya hotel ini punya layanan free pick up dari bandara. Tinggal minta petugas di information center buat telepon dan, voila, jemputan datang dalam 15 menit. #BIHatYai

Day 3 – Sarapan gratis dari Seree Grand Resort. Sarapan prasmanan tapi pilihan menu sangat terbatas, hanya ada bubur, telur, roti dan buah. Selese sarapan kami infokan ke resepsionis waktu penerbangan kami ke Bangkok dan minta diantar ke bandara jam 10.00. Well, sesampainya di bandara Hat Yai kami beli simcard, pilihan jatuh ke AIS traveler SIM Card seharga 249 THB dengan internet selama 7 hari. Sewaktu masuk waiting room sempat liat kalau penerbangan kami statusnya delay selama 15 menit. Oh wow, disini telat 15 menit aja masuk kategori delay ternyata. Oke, begitu landing Don Mueang kami ambil bus A2 menuju Victory Monument. Dari sini lanjut pake BTS menuju National Stadium. Hotel kami sekitar 3 menit jalan kaki dari stasiun ini. Oia, sewaktu jalan kaki dari bus stop ke BTS di Victory Monument ada penjual lok-lok halal, per tusuk 10 THB sajaa. Wajib coba, enak banget sausnya >_< Lepas check in, bebersih dan shalat di LubD Siam Bangkok kami meluncur menuju Saphan Taksin. Rencana hari ini mau nyobain dinner cruise Yok Yor Restaurant. Sampai sekitar jam 5.45. Kami cari2 free shuttle boat Yok Yor di Sathorn pier, sampai sekitar setengah 7 malam tetap nggak ketemu. Akhirnya nyoba nanya ke petugas disana, doi bilang Yok Yor nggak ngirim shuttle boat hari ini. Wah, gagal deh nyobain dinner cruise di atas sungai Chao Phraya huhu. Akhirnya kami putar haluan menuju Aquatic. Kalau mau kesini dari Sathorn ada free shuttle boat loh yaa, jadi g usah keluar duit. Nggak lama setelah sampe Aquatic ternyata hujan. Syukurlah g jadi cruise, kalau nggak bakal g khusyuk masyuk ;p

Day 4 – Meluncur menuju Saphan Taksin lagi, rencana hari ini keliling Grand Palace, Wat Pho dan Wat Arun. Dari Sathorn pier naik Chao Phraya boat bendera orange untuk menuju Chang pier. Biayanya hanya 15 THB, di atas boat bakal ada kondektur yg keliling buat nagih tiket. Sebenernya doi g tau persis siapa penumpang yg belum bayar, tapi yaa 15 baht doang loh ya, 6000 rupiah, dibayar aja daripada kena karma hihihi. Sampai di Chang pier menuju Grand Palace bakal melewati banyak jajanan menyegarkan, dari buah sampe thai tea. Oke kami jalan ke Grand Palace, tapi kok orang2 pada pake baju item semua ya? Ternyata hari ini Grand Palace ditutup buat acara peringatan meninggalnya sang raja. Yaah gagal deh menghamburkan uang 1.000 baht )_( Ya sudah, kami muter langsung menuju Wat Pho. Lepas tu balik ke pier untuk menuju Phra Arthit, rencana shalat di Chak Phong Masjid. Di sekitar masjid terdapat beberapa jajanan halal. Selese disini lanjut ke destinasi terakhir hari ini yaitu Wat Arun. Disini kami sewa kostum tradisional Thailand buat dipake foto2 seharga 100 baht per orang. Ada beberapa stall penyewaan pakaian disini, tanya2 aja dulu harganya sampai nemu yg pas #BIBangkok

Day 5 – Kami check out hotel jam 4 pagi. Menuju bandara menggunakan taxi yg dipesen lewat Grab. Habisnya 207 baht. Pak sopir di perjalanan nanya apakah mau lewat tol atau nggak, kami pilih lewat tol dan nambah 70 baht. Padahal kalaupun lewat jalan biasa lancar jaya aja, secara masih jam segitu. Setelah check in kami shalat subuh di prayer room yg terdapat di departure area Don Mueang. Jam 7 pagi kami terbang menuju Yangon. Hal pertama yg dilakukan selepas imigrasi adalah tukar USD ke MMK (Myanmar kyat = dibaca cak). Yg perlu diingat adalah, disini USD pecahan 100 dan 50 nilainya lebih tinggi dari pecahan 20, 10 dan 5. Dan mereka tidak memberikan kembalian. Jadi jika kita punya pecahan 100 tapi hanya ingin tukar 50, nggak bisa, 100 usd itu harus ditukar semua. Ok beres tuker duit kami beli simcard. Dan yg terakhir adalah cari taxi ke hotel. Disini kurang lebih di Negara kita, keluar arrival langsung diserbu tukang taxi. Jadi silakan ambil nafas, lalu tawar menawar. Harga normal dari bandara ke pusat kota adalah 10.000 kyat, per taxi, bukan per orang. Jadi pastikan saat deal, harga 10.000 itu adl harga satu taxi, bukan satu orang. Sampai di hotel masih pagi tapi sudah boleh check in (daebak). Setelah letakin bag kami keliling ke Musmeah Yeshua Synagogue, Sule Pagoda, Maha Bandula Park dan akhirnya makan siang di Inwa Cold Drinks. Panas di Yangon hawanya agak berbeda ya, mungkin karena udah tercampur dengan ludahan sirih para lelaki Myanmar, jadi aromanya agak gimanaaa gitu huhu. Beres makan siang kami check in hotel, nge-AC. Udah males keluar dengan hawa Yangon yg begini banget. Malamnya kami check out menuju Aung Mingalar Bus station menggunakan Grab seharga 7800 kyat. Malam ini kami bakal melakukan perjalanan menuju Bagan dengan berhenti satu kali untuk istirahat. #BIYangon

Day 6 – Tiba di Bagan terminal jam 6 pagi. Begitu turun langsung diserbu para tukang taksi. Seperti biasa, rileks dulu, ambil nafas, dan liat sekeliling. Disana sudah terpampang harga eceran tertinggi untuk tarif taksi ke berbagai tujuan, seperti Old Bagan, Nyaung U dan New Bagan. Harga yg tertera adalah harga satu taksi, bukan harga per orang. Jadi tawar saja, kalau mereka kasih harga beda dengan yg di papan info, tunjukin aja harga yg bener. Kalau mereka bilang itu harga per orang, abaikan. Silakan jalan ke warung kopi yg ada disana, pesen aja kopi atau cemilan lain, normal kok harganya, kalau kopi sekitar 200 kyat.Sambil ngopi nanti bakal ada sopir taksi yg tidak segarang sebelumnya nyamperin pelan2 dan ngasih harga sesuai dengan di papan info. Karna tujuan kami ke hotel di Nyaung-U, kami kena tarif 8000 kyat. Oia, dari info yg didapat, kami harus bayar Bagan entrance fee senilai 25.000 kyat per orang saat memasuki Bagan. Tapi sampai kami balik ke Yangon, kami g pernah bayar entrance fee tersebut. Oke, sesampainya di hotel kami boleh langsung check in (daebak lagi). Kami juga sewa e-bike dari hotel 5000 kyat untuk satu hari, kondisi bagus dan full baterai. Seharian muter2 Old Bagan, bahkan saat udah agak bosen kami lanjut ke New Bagan. Jalan raya disini luas banget tapi hanya sedikit kendaraan yg lewat. Bahkan sepulang dari liat sunset dari salah satu temple, hari sudah gelap dan di jalan menuju hotel hampir g ada kendaraan lain yg lewat. Ngeri2 sedap juga rasanya haha #BIBagan

Day 7 – Setelah sarapan kami menuju Bagan terminal menggunakan free pick up bus. Perjalanan balik ke Yangon menggunakan bus Famous Traveler Express. Karena bukan bus malam jadi fasilitasnya tidak begitu lengkap. Di perjalanan ditayangkan semacam drama local. Filmnya sangat lucu sampai kami yg g ngerti aja ikutan ketawa bareng orang2 lokal. Oia, di bus ini hanya kami berdua turis asing jadi kondektur (yg englishnya oke punya) sangat memperhatikan kami. Saat bus berhenti untuk istirahat dan makan siang, kami makan dengan santai, ternyata udah dihalo2 sejak 10 menit yg lalu kalau bus mau berangkat (mana ngerti, halo2nya pake bahasa Myanmar wkwk). Akhirnya abang kondekturnya nyariin kami dan ngasih tau kalo udah mau berangkat. Selain stop di perhentian ini, bus juga stop somewhere in the middle of nowhere. Beneran g ada apa2. Tapi di tempat g ada apa2 ini banyak penumpang ygturun, terus pada jongkok di pinggir rerumputan. Awalnya g nyadar ya, soalnya kan orang sini semuanya pake sarung. Terus habis dipikir2, ngapain mereka jongkok disana. Ternyata pada buang air kecil wkwkwkw. Sarung menjadi kamuflase yg hebat ternyata ;D Bus berhenti di terminal diluar kota, tapi sebelumnya kami sudah tau kalau ada free drop off ke city. Saat di terminal untungnya ada bapak2 lokal yg ngasih tau, mungkin karena liat kami celingak-celinguk nyari abang kondektur yg udah turun duluan, kata doi “if you wanna go to city, you must transfer to the minivan”. Woh, makasih om. Akhirnya kami pindah ke minivan dengan bagasi yg dibawakan oleh abang kondektur. Sesampainya di kota, kami pesen grab untuk mengantar ke hotel

Day 8 – Lepas shalat subuh kami langsung menuju Shwedagon Pagoda. Katanya pagoda ini bagus banget dilihat saat langit masih gelap. Sesampainya disana, setelah bayar karcis kami dikasih semacam stiker yg harus ditempel di pakaian. Beres disini kami balik hotel untuk sarapan. Lanjut ke Kandawgyi Lake dan belanja di Bogyoke Aung San Market. Setelah check out kami pesen Grab ke bandara, harganya hanya 6700 kyat, tapi kondisi taksinya memang berbeda dengan taksi bandara. Karena kami masih punya banyak sekali kyat, rencana mau dipake buat ngopi2 di bandara. Sayangnya, begitu sudah masuk imigrasi, kyat tidak berharga sama sekali. Semua toko hanya menerima usd. Iish, belum naik pesawat aja udah g kepake lagi ini duit

Day 9 – Hari ini jadwalnya belanja belanji ajahh. Dari jam 9 pagi udah masuk ke Big C deket Chit Lom station. Belanja minimal 2000 baht bakal bisa minta vat refund di counter khusus. VAT nya 4%. Selese disini lanjut ke Platinum. Disini kami nyari pakaian buat winteran di Jepang tahun depan. Dapat coat harga 1000 baht. Total belanja sekitar 4000 baht. Belanja coat ini cuma biar sampe sana g langsung kedinginan. Oia disini kami coba tarik tunai di ATM, tarik 2500 baht dan kena biaya 220 baht. Lumayan juga biaya adminnya. Jadi disarankan g usah tarik atm di Thailand, bawa duit yg cukup aja atau transaksi pake kartu kredit. Karena udah mau jumatan saya tinggal istri di McD Platinum buat jalan kaki ke Darul Aman Mosque. Saat melewati KBRI banyak bocah2 pake seragam pramuka lagi jajan di sekitaran KBRI, udah lama rasanya g denger orang lain ngobrol pake bahasa sendiri. Beres jumatan beli thai tea di depan masjid, murah banget cuma 15 baht. Beres di Platinum kami balik hotel buat letakin belanjaan terus lanjut ke MBK. Beres belanja balik hotel terus lanjut ke Esplanade Mall. Disini mau makan2 di train night market

Day 10 – Terbang ke KL dan nginep semalam sambil menikmati nasi kandar dan nasi lemak. Belanja milo dan teh tarik di toko langganan, 99 speedmart, murah lagi dekat. Besoknya balik ke surabaya

Pengeluaran (2 orang)
Tiket pesawat: Rp 3.507.105
Hotel: Rp 2.589.197
Bus Myanmar: Rp 750.258 (54,9 USD)
Grab Pay (THB 422 dan MMK 22.300): Rp 390.112
Insurance: Rp 473.000
Inflight meal + baggage: 1.042.163
Pengeluaran selama 11 hari (makan, transport, belanja, oleh2, dll): Rp 4.946.041 (241,7 MYR + 134.200 MMK +7.178,5 THB)
TOTAL PENGELUARAN: Rp 13.697.877

Sekian. Info lebih detail ada di setiap foto. Kalau ada yg mau ditanyakan silakan komen. Semoga bermanfaat yaa kawan2. ;D

Pictures gallery of Perjalanan Backpacker Bersama Istri Tercinta, Trip 11 Hari

  • v3
Advertisement
advertisement
Perjalanan Backpacker Bersama Istri Tercinta, Trip 11 Hari | Backpacker | 4.5