Pengalaman Backpacker Berpetualangan Ke Negeri Para Peri

Wednesday, February 6th, 2019 - Eropa
Advertisement
advertisement

Saya ingin cerita sedikit tentang pengalaman pergi ke Iceland, tanpa tur di awal november kemarin selama 10 hari. Jadi kami memang berencana kesana berempat dengan tur teman tadinya, tapi satu dan lain hal 2 teman kami merubah jadwal, tetapi karena kami sudah booking tiket (belum penginapan), jadi kami berencana jalan sendiri walau memang lebih mahal karena hanya berdua. Etapi memang rejeki nggak kemana, malah ada 1 teman yang mau gabung mengajak keluarganya, jadi otomatis akan lebih murah untuk patungan cabin.

Perjalanan kami dimulai dengan pesawat easyjet dari Edinburgh ke Reykjavik £92.99 utk 2 orang. Lalu kami menginap di Reykjavik selama 3 malam dengan airbnb. Menjelajah kota kecil Reykjavik (yang ternyata nggak kecil2 amat) juga sangat menarik, berbeda dengan ibukota lain di eropa, Reykjavik cukup sederhana namun keramahan masyarakatnya dan budaya musiknya membuat kita betah (banget), karena kebetulan saya suka musisi2 dari Iceland (Olafur Arnalds, Sigur Ros, Of monsters and men—OMAM), dan di sini adalah surga untuk pecinta musik, karena toko musik yang ada menyediakan tempat untuk kita mendengarkan dulu semua musik yang mau kita beli dengan tempat yang sangat nyaman. Oia jangan lupa makan Street Dog (hot dog khas iceland dengan bawang goreng keringnya & saus icelandic mustard). 2 hari kami rasa cukup di Reykjavik dan dimulailah perjalanan kami ke selatan hingga barat daya pulau ini. Kami sewa mobil vitara 4wd karena memang banyak daerah yang mau off-road dan winter mewajibkan memakai 4Wd utk menghindari slip di black sand.

Sempat berkenalan dengan orang lokal yang juga roaster dari Akranes, jadi kami sempatkan kesana dulu untuk melihat mercusuarnya yang terkenal itu.

Lalu lanjut ke Barnafoss dan menginap semalam di Uthlid. Di sini kami beruntung sekali karena… dikasih hadiah sama Tuhan untuk lihat aurora dengan KP 4 dan langit bersih dari awan. Agak norak juga pas pertama lihat di jalan, saya pikir itu lampu konser macam di GBK atau ancol. Warna hijau menari2, ternyata itu aurora! 😂

Sampai di Uthlid pun kami langsung menunggu dengan angin yang cukup kencang dan puji Tuhan bisa lihat dengan mata sendiri aurora yang kuat banget dan menari2 di langit hitam, sayangnya karena panic attack saking heboh dan noraknya, kamera lupa dipersiapkan. Akhirnya pasrah krn utk lihat harus gelap total. Dan masih diberi kado keesokan harinya lihat lagi dan sempat mengabadikan.

Untuk sisa perjalanan, ajaib banget memang Iceland. Seperti berkunjung ke planet lain. Nggak ada yang kayak gini sepanjang saya travelling keliling eropa dan asia. Setiap tempat unik dan bikin bersyukur bisa berada di sini. Kami setir sendiri 2 mobil beriringan hingga ke Hof, gunung Vestrahorn yang mencengangkan mata tersebut. Saya sendiri senang bgt bisa nyetir disini, kebayang nggak tiap hari nyetir di Jakarta yang macet lalu di sini lenggang bangettt. Perjalanan terjauh saya dari Hof ke Eggilstadir itu 358km setir sendiri menggantikan suami, selama 4,5jam!

Lalu Jokulsarlon hingga ikut private tour @icecaveiniceland yang murah terjangkau tapi asik bgt untuk melihat gua es yang hanya ada di musim dingin dan diajak ke 3 gua es sekaligus dalam 1 perjalanan. Harusnya kami membayar bisa 20-25rISK utk sebuah private tur dengan jeep. Tapi kami cuman bayar 15rb ISK per orang. Beruntung yaakk!!

Tempat ini penuh dengan folktales, mereka percaya peri dan trol (elves & troll), saya sampai beli bukunya lengkap dengan ilustrasi. Mereka membuat rumah2an kecil di tiap cabin untuk menunjukkan “they do believe in elves” dan itu rumah utk “mereka” singgah. The unseen people. Seru bgt denger kisah2nya dari orang lokal.

Saran utama saya kalau mau isi bensin: JANGAN PENCET MODE FULL TANK! Karena langsung terambil 25.000 ISK dari kartu anda. Lebih baik pilih aja dari 3000, 5000 atau 10.000 ISK. Kami kaget dalam 2 kartu atm isinya habis 100.000ISK, tp ternyata dalam 3 hari kemudian dikembalikan sesuai yang kita pakai (jadi sistemnya deposit).

Wah banyak banget yaa nulisnya, ini aja belum semuanya. Yang pasti sebagai pecinta hewan dan tumbuhan dan alam, saya suka bgt kesini udah kayak di middle-earth nya JRR TOLKIEN. Hewan2nya bahagia, nggak pernah saya lihat kuda di Jakarta berekspresi sebahagia Icelandic Horse yang kami temui disana dan menghampiri dengan ceria, di kota kucing2 stray banyak tapi semua sudah disteril, gemuk dan mereka bisa menginap di tempat manapun dan diberi makan oleh semua orang.

Ini adalah tempat yang bahagia. Untuk orang introvert yang tidak butuh keramaian tempat ini cocok sekali untun tinggal. Mungkin suatu saat saya akan tinggal di sini (amiinn).

Semoga kalian semua bisa kesini yaa, dan jangan lupa hormati alam, jangan merusak hanya untuk selfie, jangan kebanyakan selfie itu merusak pemandangan (LOL), dikit2 aja. Dan yang pasti kalau kalian respek dengan alam, dijamin, alam memberi kita banyak hadiah, saya dapet: sunset indah banget di sebuah tebing private (padahal ramalan cuaca mendung seharian), aurora 3 malam berturut2, kesehatan yang prima di suhu minus (pdhl saya itu bengek, suka migren dan sering pakek voltaren krn suka pegel2 san suka masuk angin)—disini semua obat2an nggak kepake, Bisa minum dari air mengalir di glacier abadi vatnajokull, terhindar dari badai yang perkiraan hari itu (ketika saya mau balik ke London), ternyata pindah hari badainya, dll dll dll. Semua anugerah ada ketika kita menghormati alam.

Pictures gallery of Pengalaman Backpacker Berpetualangan Ke Negeri Para Peri

  • mm2
Advertisement
advertisement
Pengalaman Backpacker Berpetualangan Ke Negeri Para Peri | Backpacker | 4.5