Liburan ke Honolulu, Hawaii – Amerika Serikat : Hal Ini Penting Diketahui Sebelum Berangkat!

Tuesday, March 5th, 2019 - Amerika
Advertisement
advertisement

“Sebutkan 3 hal yang pertama kali ada di pikiranmu saat mendengar “Honolulu”?”
Jawaban saya : “Amerika, pantai, liburan”

Tulisan ini saya buat dibuat berdasarkan pengalaman pribadi saya dan suami selama berlibur ke Honolulu, Hawaii (HI – US) awal Februari 2018 lalu. Ingin tahu kemana saja kami kemarin pergi?

Baca Itinerary 9 hari 8 malam di Honolulu, Hawaii di : https://tulisankupengalamankuperjalananku.blogspot.com/…/it…

Hal-hal yang akan saya bagikan disini saya rasa penting untuk diketahui oleh teman-teman yang akan berlibur; tentu saja makin banyak informasi didapatkan sebelum tiba di destinasi liburan akan membuat liburan lebih mantap dan tentunya minim untuk mengalami culture shock, bukan?

shaka sign : simbol tangan yang sering disampaikan oleh orang-orang Honolulu (https://en.wikipedia.org/wiki/Shaka_sign)

Laid Back, Hang Loose
Hawaii memang iconic dengan kehidupan yang laid back dan hang loose. Jika kalian terbiasa dalam fast paced life (kami tinggal di Singapura dimana semua dituntut gerak cepat), berlibur ke Hawaii tentu saja akan menguji kesabaran kalian; karena semuanya akan terasa lebih lambat dan kurang efektif. Mulai dari menunggu giliran saat akan memesan makanan atau menunggu makanan selesai diproses dan siap dihidangkan atau menunggu bus datang. Jujur saja kami sedikit kelabaan, tapi lama-lama terbiasa juga kok.

“Jangan serius-serius ah bacanya! Katanya mo liburan? Hang loose, bro!” *sambil lambai-lambai shaka sign*

Ramalan Cuaca
Di akhir bulan Januari 2018 lalu, salah satu teman dari murid suami memberi informasi bahwa cuaca di Honolulu cukup dingin. Untuk crosscheck saya intip ulang cuaca Honolulu di accuweather. Baju pantai atau bikini bisa tetap kamu bawa, tapi yang terpenting adalah baju yang sesuai dengan keadaan cuaca; janganlah sampai salah kostum.

Selama kami di sana, kami selalu tidak pernah lepas dari jaket windbreaker. Suami yang tahan dinginpun harus mengakui bahwa cuacanya memang dingin, lebih-lebih ditambah dinginnya air conditioner di dalam bus. Oh ya, saya hanya bisa berjemur sekali saja karena anginnya terlalu dingin dan kencang, apalagi airnya. “Bbbbbrrrr…”

Keuntungannya adalah baju dan celana kami jadi jarang ganti karena kering dan tidak berbau sama sekali. Woohoooo…

Long Haul Flight
Penerbangan dari Singapura ke Honolulu menempuh waktu sekitar 16 jam termasuk transit di Osaka sekitar 1 jam – 1 jam 50 menit dan masuk dalam kategori long haul flight. Pastikan tiket yang kamu beli bukan sekadar murah tapi juga termasuk meal on board kalo tidak ingin kelaparan selama penerbangan. Low cost carrier / airlines (LCC) biasanya menawarkan tiket dengan harga murah dengan opsi makanan dan bagasi dibayarkan secara terpisah sedangkan full board flight (semua sudah termasuk) biasanya ditawarkan dari maskapai nasional dengan harga yang lebih tinggi; tapi jika kalian sedang beruntung harga maskapai nasionalpun bisa jadi beda tipis dengan LCC. O ya, kami menggunakan maskapai penerbangan Scoot milik Singapura.

Selain bisa memesan menu prabayar maupun cafe on-board, kalian bisa membawa bekal sendiri dari rumah. Pastikan bekal ini lolos dari sisi praktis, compact, dan mudah untuk dimakan, mengenyangkan dan menyegarkan, seperti : sandwich, fruit cut (jeruk, nanas, apel, dll). Oh ya, jangan lupa untuk membawa botol air minum ukuran besar (1 atau 1.5 liter) karena kalian tentu saja tidak mau dehidrasi selama penerbangan.

Perhatikan tips ini, jika ingin botol minum kamu aman dan boleh dibawa masuk ke dalam pesawat terbang : Seberapa kecil dan besar botol airmu, pastikan untuk SELALU mengosongkan botol sebelum masuk ke dalam security check di boarding room, dan isi kembali botol air melalui dispenser air yang sudah disediakan di boarding room.

Transportasi Umum
Perjalanan dari Honolulu International Airport menuju hotel atau kota bisa ditempuh dengan transportasi umum berupa bus umum Honolulu yang detailnya bisa kalian akses di www.thebus.org atau dengan direct shuttle service, seperti : www.robertshawaii.comwww.alohaairportshuttle.comwww.gohawaiishuttle.comwww.speedishuttle.comwww.airportshuttlehawaii.com yang dikelola swasta yang umumnya dipesan oleh turis yang datang secara berkeluarga dan membawa banyak bawaan atau koper.

Bus umum Hawaii umumnya ditumpangi oleh anak-anak muda yang seru-seruan backpacker, solo traveler, atau couple traveler semacam kami yang maunya irit, dan didesign untuk menampung orang dengan barang bawaan/koper/tas ransel yang muat untuk dipangku (jangan coba-coba untuk memakan kursi lain atau badan jalan), dan yang terpenting adalah punya kesabaran tingkat dewa. Bus umum Honolulu kurang terorganisir dengan baik, terutama dari segi ketepatan waktu. Siapkan waktu 10 menit hingga 1 jam untuk menunggu kedatangan bus. Murah? Ya, dengan USD 5.5 kalian sudah mendapatkan Day Pass naik bus sepuasnya seharian. Menyita waktu? Ya, apalagi jika kalian tidak punya banyak waktu di Hawaii tapi masih mau mengunjungi ini dan itu.

Saran terbaik? Gunakan taksi lokal atau UBER. Selain menggunakan bus umum, kami sudah mencicipi keduanya. Perjalanan via UBER sejauh 32.4 mil terjauh yang kami tempuh dari hotel menuju Laniakea, memakan waktu 1 jam dan biaya USD 70.67, sedangkan pengalaman perjalanan kami lainnya dengan taksi lokal HON CAB milik Vietnamnese dari Pearl Harbor menuju Waikele Premium Outlet lanjut diajak mampir ke Costco Wholesale dan baru diantar pulang ke hotel (30.3 mil) menghabiskan biaya USD 46 (tapi kami beri $50 karena baik banget).

Pemilik HON CAB dan pengemudinya bisa dipastikan Vietnamese, bahkan yang mengantar dan mengajak kami mampir Costco itu adalah Luu, pemilik HON CAB. Keesokan harinya, pengemudinya adalah seorang mahasiswi Vietnamese yang bernama Ms. Yen dari Kaimana Cab, anak didik dari HON CAB yang mengisi paruh waktunya dengan menjadi pengemudi taksi. Sekitar pk. 6.30 pagi, Ms. Yen menjemput dan mengantar kami dari hotel di daerah Waikiki menuju Honolulu International Airport (USD 29). Jarak Waikiki ke Airport tidaklah jauh (20 menit), tapi jika kalian punya waktu sekitar 1.5 jam dan tidak terburu-buru – bolehlah kalian coba nge-bus; tapi jika menurut kalian waktu sangatlah berharga, selamatkanlah waktu kalian. Wkwkwkwkkw….

Sedang di Honolulu dan mau cari taksi? Silakan hubungi HONCAB, Mr. Luu – 808 699 8699 / Kaimana Cab, Ms. Yen Nguyen – 808 741 6596
Luu adalah Vietnamnese yang berkewarganegaraan Amerika – meskipun sudah sekitar 25 tahun di Amerika, Inggrisnya masih ala Vietnam banget. Jadi jangan ndredeg kalau mau pesan taksi. Gunakan bahasa Inggris sederhana sudah cukup kok. Buat kami berdua, pelayananannya bagus dan orangnya baik (baik beliau sendiri maupun anak didiknya waktu lalu).

Resort Fee / Cleaning Fee / Deposit Fee
Jangan tertipu dengan harga sewa kamar yang murah! Selain adanya biaya tambahan standard berupa pajak hotel, Honolulu juga memberlakukan biaya lainnya, berupa resort fee dengan kisaran tambahan USD 10-45 per malam yang membuat harga sewa kamar makin mahal. Resort fee adalah sejumlah biaya yang dibebankan ke penghuni hotel untuk membayar segala fasilitas tamu; seperti kopi yang bisa kalian dapatkan sepuasnya, koneksi internet wifi, koran, peminjaman handuk, pemakaian kolam renang atau tempat fitnes, dsb. Dari beberapa forum dan group yang saya baca lainnya, sekalipun banyak turis yang menggerutu tentang adanya resort fee ternyata hal ini tidak menyurutkan minat turis untuk berkunjung! Apalah daya…

Kami memutuskan menginap di Aqua Ohia Waikiki selama di Honolulu, Hawaii sukses dengan harga USD 146 an semalam dari harga awal USD 100an. Penginapan ini bukan yang ala backpacker atau hostel maupun yang ala bintang 5. Ini standard yang menurut kita : nggak jelek, nggak jorok, mudah dijangkau dan harganya masuk akal.

Selain melalui situs booking online seperti booking.com kalian juga bisa menyewa kamar apartment atau whole unit house di airbnb.comvrbo.com. Beberapa unit apartment yang ditawarkan biasanya dikelola sendiri oleh pemiliknya; tapi ada juga beberapa yang diserahkan pada agensi.

Eh, kalian juga bisa mencoba keberuntungan dengan menawar harga sewa kamarnya terutama jika kalian sewa dalam jangka lama. Yang perlu diperhatikan saat menyewa kamar atau rumah di airbnb atau vrbo; harga mula-mula akan terlihat saat murah, tapi setelah ditambah dengan biaya cleaning service dan deposit fee baru akan terlihat nett price-nya. O ya, deposit fee baru akan dikembali 2 minggu setelah selesai menginap ya!

Air Minum
Pada dasarnya air keran di Honolulu tersaring dengan baik melalui batu vulkanik bawah tanah. Aman diminum dan dikonsumsi tanpa harus disaring dengan filter. (detail baca disini)

Saya dan suami mengkonsumsi air keran selama di Honolulu. Rasa air keran Honolulu memang tidak seenak air keran Singapura yang sama-sama drinkable, tapi ini hanyalah masalah kebiasaan saja, bukan? Jika kalian merasa air keran Honolulu tidak aman dan tidak higienis untuk dikonsumsi, maka kalian bisa membeli air mineral botolan. Kebetulan kami sudah terbiasa meminum air keran selama tinggal di Singapura, sampai-sampai jika tiba di Indonesia suka hampir salah minum air keran terutama dari bentuk keran modern yang indah. Duh!

Mereka Makan Nasi
Jangan kuatir nggak bakal ketemu nasi, karena 2 scoop nasi lengket ala Jepang hampir selalu ada di menu utama mereka selain salad sebagai side dish-nya. Cara menyajikannya cukup unik karena mereka tidak mengenal enthong nasi melainkan menggunakan scoop ice cream. Unik ya!

Makanan yang paling sering dijual adalah sesuatu yang di grilled, salah satunya adalah udang. Saking banyaknya hasil udang mereka, maka shrimp truck adalah makanan wajib saat kalian berlibur ke Honolulu. Selain udang, mereka juga menyediakan daging sapi dan ayam untuk sebagai pilihan alternatif lainnya, disajikan bersama garlic butter dan salad. Selain shrimp truck, kalian wajib makan poke bowl (baca : po-khei/ po-ki) karena daging dari ikan ahi tuna adalah kebanggaan warga Honolulu. Poke bowl adalah nasi Jepang dengan topping ikan ahi tuna yang dipotong kubik disajikan bersama racikan saus berbagai style. Setelah berkeliling dari poke satu ke poke lainnya, poke bowl di Honolulu tidak seenak poke bowl favorit kita Rollie Ollie di Singapura!! Eh, setidaknya ada 1 poke bowl yang enak dari 21 Mart! Ini versi saya ya!

Culture in Service
Jangan coba-coba nyelonong masuk ke area rumah makan! Kalian baru boleh masuk jika kalian sudah dipersilakan oleh host rumah makan. Kami berdua terkejut ketika host IHOP menyuruh kami diam di tempat dengan nada tinggi saat kami celingukan dan menyebutkan bahwa dirinya adalah host dari rumah makan ini, dan dia akan menyiapkan meja untuk kami dan baru akan mempersilakan jika menurut si host sudah siap.

Di lain waktu, host dari rumah makan Helena’s Hawaiian Food berkontak mata pada kami sesaat kami memasuki rumah makan ini sambil menggiring kami ke meja yang tersedia, membawakan water jug bersama gelasnya dan meninggalkan kami dalam waktu lama sampai menunggu giliran kami dilayani oleh waitress lain yang akan mengambil pesanan. Jadi, tugas host dalam rumah makan ini adalah menyambut tamu, mengantar tamu dan menyediakan air minum di meja. Jangan pernah panggil untuk urusan lain, karena mereka akan mengabaikanmu!

Kejadian serupa terjadi saat kami berada dalam antrean loket Pearl Harbor. Melihat orang di depan kami sudah selesai dilayani oleh petugas loket, tentu saja kami memutuskan maju ke depan. “Stay there…”, bentak petugas loket sambil menatap kami yang kemudian asyik melanjutkan pekerjaannya terlebih dahulu. Tak lama kemudian petugas loket menatap kami sambil mengangguk tanda mempersilakan kami datang.

Jadi soal kunjung mengunjung, ingat dua peraturan ini baik-baik. Pertama, jika belum dipersilakan maka tunggulah sampai host menyapa atau berkontak mata dengan kalian. Kedua, jika waitress lain belum datang untuk mengambil pesanan kalian yang sudah siap, baca kembali aturan pertama. Sabar ya, say…

Ini kesannya sederhana, tapi kalian akan tahu bedanya saat kalian sendiri mengalaminya. Host selaku tuan rumah memegang posisi tinggi – mereka berhak mempersilakan tamu untuk masuk atau bahkan untuk keluar dari ruangan, mempersilakan duduk, menyiapkan alat makan maupun minum, yang kemudian disusul oleh waiter / waitress yang nantinya bertugas untuk mengambil pesanan kalian / taking order.

Tip / Gratuity
Uang tip adalah hukum wajib bagi penduduk Amerika termasuk Honolulu, baik dalam layanan rumah makan, taksi, hotel, dsb. Konon, karena gaji mingguan yang kecil maka tip adalah satu-satunya harapan dari para pekerja untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi, sampai-sampai penghasilan mereka dari uang tip bisa tiga hingga empat kali lebih besar daripada gaji mingguannya. Lahh…!!

Tidak setiap rumah makan mencantumkan berapa besarnya tip yang disarankan pada struk tagihannya. Beberapa rumah makan hanya menyediakan kaleng atau gelas kaca dekat dengan meja kasir yang memudahkan konsumen memberi tip secara sukarela atau bahkan tidak menyediakan sama sekali. Ini adalah gambaran mudahnya supaya kalian punya bayangan, misalnya saat kalian meminta tagihan dengan memanggil waiter / waitress. Setelah kalian menyerahkan uang ke dalam nota tagihan nota maka waiter / waitress akan bertanya “Do you need a change? (Apakah kalian butuh kembalian?)”. Jika kalian berencana memberikan semua sisa uang kembalian sebagai tip maka kita tidak butuh kembalian, tapi ketika uang kembalian yang kalian punya cukup besar dan kalian ingin mengambil sebagian besar kembaliannya, tentu saja kalian akan membutuhkan kembaliannya plus memberikan uang tip, bukan?

Ini adalah contoh billing rumah makan yang mencantumkan tip calculator atau suggested gratuity dan tidak bisa kalian hindari. Hihihi…

Tissue dan Tempat Makan Stereofoam
Hampir sebagian besar wadah penyajian selama kita kuliner di Hawaii berbahan plastik dan stereofoam, dan mereka yang menyajikannya dengan piring keramik lengkap dengan alat makan “asli” bisa dihitung dengan jari. Menyajikan makanan dengan cara demikian memang memberikan praktis dari sisi penjual maupun pembeli, tapi di sisi lain hal ini membuat hati saya teriris-iris karena limbah stereofoam dan plastik yang berpotensi merusak alam berasal dari sini.

Percayalah, tissue yang saya bawa dari rumahpun tidak terpakai sama sekali! Tak jarang saya harus menolak tissue pemberian karyawan restoran karena saya masih punya setumpuk tissue yang belum terpakai hasil pemberian restoran sebelum-sebelumnya. Oh, no!

Lajur Jalan Kaki dan Mobil 
Pada umumnya, di Indonesia dan Singapura orang berjalan kaki dan mengendarai mobil di lajur sebelah kiri; tapi di Honolulu yang termasuk negara bagian dari Amerika Serikat orang berjalan kaki dan mengendari mobil di lajur sebelah kanan dengan setir kemudi mobil di sisi kiri.

Sewa Mobil Murah, Tapi…
Jika kalian mengantongi SIM International, mengeksplor Pulau Oahu akan lebih seru dengan mengendari kendaraan roda empat. Pastikan kalian mampu beradaptasi dengan posisi setir kemudi dan dimana kalian harus mengambil jalur supaya tidak membahayakan keselamatan kalian sendiri.

Sewa mobil di Honolulu bisa dibilang murah, kalian bisa mendapatkannya dengan membayar sebesar USD 30/ hari. Eits, jangan asyik dulu! Tanggungan biaya parkir USD 15-35/ jam tergantung lokasi tentu saja akan menjadi pertimbangan besar kalian. Tak jarang turis dari negara lain umumnya menyewa mobil barang sehari hanya untuk mengeksplor ujung pulau yang jaraknya jauh dan bukan untuk berkeliling di kota.

Homeless is Everywhere
Kami berdua masih amatir tentang persoalan ini, sampai-sampai kami tidak percaya dengan apa yang kami lihat. Terlalu banyak tunawisma yang kami temui di sini. Banyak!!!!!

Samping hotel kami ada sebuah bar yang sudah tidak beroperasi lagi. Di halaman depannya tampak sekelompok pria dengan baju kumal sedang bercakap-cakap satu sama lain sambil lesehan dengan alas kardus seadanya. Sebentar lagi, di depan hotel seorang pria tampan dan gagah sedang mengais makanan dari dalam tong sampah. Belum kami berpapasan dengan pria tampan lainnya dengan tas ransel kecil mungkin terlihat wajar pada mulanya, sampai kami mengamati dalam-dalam – ia adalah seorang tunawisma lainnya.

Perempuan berkulit hitam dengan jaket tebal duduk sendirian di bangku pemberhentian bus dengan beberapa “tas belanja” yang penuh di sisi kiri dan kanan memenuhi bangku mencoba keberuntungannya pada kami saat menunggu bus tiba. “Do you have small change?” tanyanya sambil mendekap tubuhnya sendiri menahan dingin.

Di lain waktu kami melihat seorang perempuan Kaukasian tampak seperti seorang professional dengan rambut dikuncir namun kelihatan tidak terawat kusam duduk sendirian di tangga samping Nordstrom dengan “tas belanja” penuh hingga menggemuk di dekat kakinya. Sesekali saya menoleh saat menyeberangi zebra cross hanya untuk meyakinkan diri sendiri bahwa ia bukanlah seorang tunawisma. Melihat caranya meniup garpu sambil mendongak ke langit terbuka dalam cuaca yang dingin menusuk, saya membayangkan bahwa cup noodle itu adalah makanan ternikmat dalam hidupnya hari itu. Ia adalah salah satu tunawisma lainnya.

“Honolulu adalah salah satu tempat “penampungan” yang disediakan oleh pemerintah untuk para tunawisma. Selain Honolulu, ada juga Guam. Mereka dikirim kemari karena cuaca dari kedua negara ini dianggap bersahabat bagi para tunawisma,” kata salah satu pengemudi UBER yang kami temui.

“Mereka mendapat uang tunjangan, hanya saja mereka…gimana ya…sebelumnya mereka juga bekerja, tapi dengan pendapatan rendah; belum lagi jika dipotong uang sewa, uang pajak, ini itu dsb jadi pas-pasan dan akhirnya membuat mereka bisa dibilang lebih memilih untuk tidak bekerja, menjadi tunawisma dan memilih hidup dari tunjangan pemerintah daripada harus bekerja,” lanjutnya lagi. Dan penjelasan kenapa ada banyak tunawisma di Honolulu ini mendapat tanggapan yang kurang lebih sama juga dari pengemudi UBER lainnya.

Rupanya kami terlalu banyak dicekoki fim box office Hollywood yang produksi action movie-nya kebangetan kerennya, menunjukkan negara Amerika Serikat sangatlah megah, modern dan keren abis, menjadi “dream country” dan “must visit country” setiap orang; sampai-sampai saya dan suami merasa kecolongan untuk tahu kondisi Amerika yang sesungguhnya sampai detik di mana kami tahu bahwa terlalu banyak tunawisma di Honolulu. Tidak disadari kami sudah terjebak dengan pencitraan. “Elu sih kebanyakan nonton pilem!”

Shopping Time
Gimana nggak banyak pemilik online shop rajin buka PO sampai buka jasa handcarried shopping barang-barang dari Amerika karena bisa dibilang murahnya kebangetan. Saya paham betul bahwa usaha mengadakan barang dari luar negeri itu membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, administrasi yang panjang, tambah harus ada kenalan sana sini untuk bisa membuat usaha online shop itu bertahan. Jadi wahai kalian yang belanja dari online shop, hargailah usaha mereka karena dengan adanya jasa mereka kalian tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar negeri, beli tiket, dsb. Hihihi…

Harga kosmetik MAC, Bobbi Brown, Urban Decay dan Laura Mercier merk lainnya di-sale mulai di angka USD 10. Sale-nya bisa sekitar sampai 70%-80% OFF walaupun berlaku pada item tertentu; itu masih ditambah kalau kalian tidak puas dengan barang yang sudah kalian beli dan coba cukup kembalikan saja karena itulah cara negara melindungi konsumen. Sempat saya membeli 1 item dari brand ternama seharga USD 5.75 dari harga normal sekitar USD 35; sesampainya di hotel saya curiga ada kebocoran dari botol ini, dan tetep ya walaupun sudah diskonpun saya beranikan diri datang untuk mengembalikan item tersebut dan meminta item baru walaupun pada mulanya ada perasaan takut ditolak karena masih kena mindset Indonesia yang kuatir tertuduh sudah terpakai dan tidak bisa dikembalikan. Hahaha…

Contoh lain misalnya : di sebuah outlet premium tas Coach harga jual item mereka bisa sale 50% OFF ditambah promosi mereka dengan menyebarkan selebaran additional 20% OFF jika belanja di hari itu; dan itu terjadi setiap hari.

Kok tau?
Itu kan bahasa marketing, dan karena kami 2 hari berturut-turut cuci mata ke tempat itu – sampai-sampai marketingnya sedikit gelagapan saat sedang mempromosikan discount-nya dengan trik yang sama pada kami – ternyata eh ternyata si marketing masih mengingat wajah kami berdua dong. Team marketing mereka sigap sekali, begitu kalian memegang item tersebut dan mereka lihat muka ngarep kalian, maka mereka akan menyebutkan segala keuntungan yang kalian dapatkan jika membeli hari itu juga. Seolah diburu dengan waktu dan tidak mau kehilangan kesempatan, mereka membidik turis-turis yang gila merk. Syukurnya saya dan suami datang hanya untuk cuci mata dan tidak terobsesi untuk memanfaatkan situasi belanja gila-gilaan.

Hal-hal di atas adalah berdasarkan pengamatan dan pengalaman kami pribadi selama berlibur di Honolulu, HI, Amerika Serikat waktu lalu. Semoga tulisan ini bisa membantu kalian untuk mempersiapkan diri sebelum menginjakkan kaki ke Honolulu ya!

O ya, untuk kalian yang pernah ke Honolulu, kalian bisa menambahkan informasi menarik lainnya di kolom comment dari perspektif kalian tentang hal-hal yang wajib diketahui oleh teman-teman traveler lainnya!

Pictures gallery of Liburan ke Honolulu, Hawaii – Amerika Serikat : Hal Ini Penting Diketahui Sebelum Berangkat!

  • a1
Advertisement
advertisement
Liburan ke Honolulu, Hawaii – Amerika Serikat : Hal Ini Penting Diketahui Sebelum Berangkat! | Backpacker | 4.5