First Travelling Trip To Singapore

Thursday, February 28th, 2019 - Singapura
Advertisement
advertisement

Berbekal niat dan semangat juga sedikit nekat karena serba mendadak, saya dan keluarga kecil saya akhirnya Tgl 19 Feb – Tgl 21 Feb untuk pertama kalinya bisa ke Luar Negeri. Dan yang paling membahagiakan adalah bisa lolos di Imigrasi Singapore ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Sempat ada drama di Imigrasi, sebab saya sempat disuruh melipir ke dalam lagi buat sidik jari ulang dan ditanya-tanya. Sedangkan suami dan anak lolos. Kami bertiga sama2 belum pernah ke LN sebelumnya dan isi paspor masih polos. Dan jujur waktu itu sedikit gugup saat disuruh melipir, tapi saya berusaha tetap tenang. Berkat sering selancar di group, semua tiket PP, Bookingan Hotel juga rencana perjalanan selama di Singapore sudah saya print. Tak lupa Dollar di dompet pun sudah saya persiapkan.

Alhamdulillah saat proses tanya jawab, saya dapat lancar menjawab sambil tunjukkan bukti tiket bookingan hotel juga pesawat, meski waktu itu pihak imigrasi cuma nanya, gak minta saya buat nunjukkin buktinya, tapi saya langsung saja sodorkan bukti-buktinya. Dan sesimple itu, terpenting tetap tenang dan persiapan lancar, In sya Alloh lolos meski paspor masih polosan. ๐Ÿ˜

Hari pertama nyasar dan itu menurut saya sangat lumrah, maklum belum pernah k Negara tersebut ataupun k Luar Negeri sebelumnya.hehhee. Tapi saya sangat berterima kasih sama teman-teman BI yang suka share pengalaman, dan juga menjawab pertanyaan2 dari postingan yang saya buat, itu teramat sangat membantu saya.

Di SG banyak sekali saya temui orang baik yang membantu saya. Benar apa yang dikatakan teman-teman BI, di SG itu menurut saya sangat aman dan juga bersih. Di jalanan, saya hanya melihat dedaunan kering yang jatuh, tidak ada sampah plastik apalagi sampah botol air mineral. Mereka ramah, beberapa malah yang menegur saya atau suami lebih dahulu. Menawarkan bantuan ketika kami tampak kebingungan mau turun di mana.

Dan keindahan Sentosa Island terutama pantainya sangat memanjakan mata. Selain indah, juga bersih dan semuanya FREE. Baik air minum, tempat mandi/bilas, tempat duduk-duduk, bisa dinikmati dengan gratiss. Meski tidak sering saya lihat petugas kebersihan lalu-lalang, tapi toilet2 umum di sana benar2 bersih, pokoknya next time saya ingin kembali lagi ke SG, belum puas rasanya. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Untuk oleh-oleh coklat saya beli di Bugis Street, toko ABC, lagi-lagi dpt info dari teman BI yang baik2 bangett. Toko ABC letaknya di belakang, lurus terus saja masuk ke dalam lorong dan lewati jejeran toko-toko souvenir di kanan dan kiri lorong, saat keluar ad gedung besar (saya lupa gedung apa), lalu belok kiri sedikit, pintu tokonya miring, ad tulisan ABC di atasnya. Harus pintar2 memilih yang murah, karena beberapa produk yang ada di Indonesia biasanya lebih murah bila di beli di Indonesia. Rata2 coklatnya ad logo halal. Diperhatikan saja buat Muslim sblm membeli.

Untuk makanan saya reccomend di daerah Bugis, tak jauh dari Masjid Sultan dan tempat kami menginap, tentu banyak teman BI yang sudaj tahu, namanya Restoran HJ. Maimunmah, bukan dari jam 07 pagi sampai jam 08 malam. Rasanya enak, Indonesia banget, harga yaa bisa dikategorikan murah untuk kelas Singapore. Sekitar 5-8 Dollar tergantung berapa macam dan lauk apa saja yang kita pilih. Dan untuk air mineral saya sempat beli di Minimarket Fair Prace, 1 botol besar itu 0.7 Sen. Saya juga beli beberapa samyang di toko bugis street, jejeran MC Donald (sebelum Mc’D kalau dr Halte bugis), saya rasa cukup murah (blm bandinging tempat lain sih), mulai dari 3.5 Dollar isi 5pcs sampai 8-9 Dollar isi 5pcs. Tergantung rasa dan besar Mie. Di situ tokonya jual banyak produk dari Korea gitu. Gak semuanya murah di situ, ttp harus cermat yah. Krna ad bbrpa yang lbh murah di Indo.

Untuk penginapan saya sempat coba di Red Doorz Jalan besar (Arton Boutiqe Hotel) dan juga di ABC Hostel (Bugis Street). Untuk Arton Boutiqe Hotel, fasilitas kamarnya layaknya Hotel bintang 3 atau 4, tapi jangan harao akan seluas Hotel2 di Indonesia, 2x lebih sempit, intinya luasnya pas2an, yaa rata2 hotel di SG memang seperti itu. kalau mau lebih luas, tentu hrganya jauh lbih tinggi. Saya pribadi lebih suka ABC Hostel, selain ramah di kantong, sangat dekat dengan Masjid dan juga makanan halal sangat banyak di sekitar sana. Jangan lupa pesan yang attach bathroom, kalau mau kamar mandi di dalam. Di ABC Hostel tidak disediakan handuk atau perlengkapan mandi lainnya, namanya juga Hostel Budget. Tp worth it mengingat lokasinya.

Dan buat yang mau trip k SG, kayanya wajib deh buat cobain Cable Carnya, apalagi buat yang hobi photo tempat2 indah, karena pemandangan dr atas Cable Car beneran kece. Saran, beli di Traveloka, hrganya jauh lbh murah, dan antrian reedem tiket pun gak sepanjang antrian yang mau beli tiket. Ingat, sekalipun kamu sudah dapat cap, tiketnya jangan sampai hilang ya, tiket tetap ditanya dan dicek lalu dicoret (ditandai) petugas saat kamu berpindah Cable Car atau Return. Reedem voucher di Lantai 3 gedung Vivo City Mall, sedangkan naik Cable Car dr Gedung sebelah (Harbour Front kalau di Bus Stop) lantai 15 ya, naik liftnya dr belakang gedung. Jd kamu ke Vivo City dlu, baru jalan kaki ke Gedimg sebelah, atau bisa jg naik Bus lagi dr Vivo City ke halte berikutnya kalau mau hemat tenaga.

Selama di SG saya hanya 1x naik MRT saat pertama kali datang dr Bandara ke Hotel. Selebihnya saya lebih suka naik Bus, karena banyak tempat pemberhentiannya, jaraknya tidak terlau jauh ke tempat yang dituju, jadi menghemat tenaga buat jalan kaki. Kalau MRT keluar gedung MRT saja udah cukup bikin pegal kaki, soalnya saya sama balita dan gak bawa stoller. Naik Bus pilihan tepat buat yang mau hemat jalan kaki. Tp jangan lupa perhatikan haltenya dan pelajari rute Bus beserta No Bus. Menunggu Bus di SG tidak lama, maksimal 8 menit, tp rata2 4 menit sekali Bus yang kita tuju sudah tiba. Download aplikasi Bus, mempermudah kita mempelajari rute dan No Bus. Jangan lupa di stop or di “dada2in” ya Busnya kalau km nunggu di tempat cukup sepi penumpangnya, tanda untuk si Bus kalau kamu mau naik, soalnya Bus tidak akan berhenti jika tidak ada yang turun dan tidak ada tanda2 juga ada yang mau naik, kalau kamu cuma duduk manis, biasanya Bus akan jalan terus tanpa berhenti lewati Haltenya (Bus Stop).

Happy Traveling buat semua teman BI. Semoga mudah rezekinya biar bisa travelling teruss.. Semangatt !! 

Pictures gallery of First Travelling Trip To Singapore

  • a3
Advertisement
advertisement
First Travelling Trip To Singapore | Backpacker | 4.5