Cerita Seru Backpacker Mengenai Trip To Hanoi Dengan Jalur Darat

Tuesday, March 26th, 2019 - Vietnam
Advertisement
advertisement

Setelah sekian lama cuma jadi silent reader padahal banyak dapat info dari grup ini juga 😁 kali ini pengen ngeshare trip kemarin. Khususnya mengenai trip jalur darat dari Luang Prabang (Laos) menuju Hanoi (Vietnam) yg masih belum terlalu banyak dibahas di dalam grup ini.
Perjalanan ini dimulai dari Jakarta > Chiang Mai (transit di Bangkok) > Luang Prabang (jalur darat) > Hanoi (jalur darat) > Da Nang (pesawat) > Hoi An > Ho Chi Minh City (pesawat) > Phnom Penh (jalur darat) > Siem Reap (jalur darat) > Bangkok (jalur darat) > Jakarta (pesawat) dengan total perjalanan selama 18 hari.
Tapi sekali lagi yg ingin saya highlight adalah perjalanan darat dari Luang Prabang ke Hanoi yg banyak dikenal sebagai hell route atau jalur neraka.
Sebenarnya jalur ini tidak seseram yg sering diceritakan. Saya membeli tiket bus langsung ketika di Luang Prabang (offline). Cukup banyak agen yg menyediakan tiket bus dengan rute ini di sekitar Luang Prabang dengan harga variatif mulai dari 380.000 KIP sampai 400.000 KIP sudah termasuk jemputan dari penginapan dan pengantaran ke terminal. Jika ingin membeli tiket langsung ke terminal harusnya bisa dengan harga yg lebih murah sekitar 20.000 KIP.
Pukul 17.00 tuk- tuk yg menjemput berangkat menuju terminal selama kurang lebih 10 menit dan langsung check in dengan menyerahkan bukti pembelian tiket kepada petugas loket di terminal. Setelah menunggu kurang lebih sejam, seluruh penumpang dipersilahkan naik ke sleeper bus dan bus berangkat tepat pukul 18.00.
Penumpang di dalam bus cukup lengang tapi di tengah jalan beberapa kali bus berhenti menaikkan penumpang. Pada pukul 01:30, bus berhenti untuk istirahat dan penumpang diberi kesempatan untuk ke toilet selama sekitar 15 menit. Setelah melanjutkan kembali perjalanan kurang lebih 5 jam, bus tiba di perbatasan Laos – Vietnam pada pukul 06:30. Masih terlalu pagi, kantor imigrasi di Laos masih belum buka, yaitu Namkan International Check Point. Hawa- hawa dingin semakin menusuk tulang karena keadaan sekitar masih berkabut dan memang perbatasan berada di daerah lembah yg dikelilingi bukit- bukit tinggi. Tepat pukul 07:00 kantor imigrasi Laos dibuka dan butuh sekitar setengah jam untuk antri dan mendapatkan cap paspor keluar dari Laos.
Setelah urusan paspor selesai, kita harus jalan dari imigrasi Laos menuju imigrasi Vietnam kurang lebih sejauh 500 meter melewati sebuah jembatan. Tulisan mulai berubah dari tulisan cacing menjadi huruf dengan tambahan- tambahan di atas dan bawahnya, khas tulisan Vietnam. Tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan cap paspor di kantor imigrasi Nam Can International Frontier Pass ini. Awalnya sempat bingung karena tidak ada kartu imigrasi yg harus diisi selayaknya ketika kita memasuki suatu negara, dan ternyata memang untuk memasuki negara Vietnam kita tidak perlu mengisi kartu imigrasi. Setelah mendapat cap paspor, bus sudah ada di pintu keluar imigrasi Vietnam menunggu seluruh penumpang selesai dengan urusan paspor dan visa. Oiya, tidak ada pungutan biaya apapun baik di imigrasi Laos maupun Vietnam, dan juga tidak ada pergantian bus. Kita tetap menaiki bus yg sama saat berangkat dari Laos. Namun saat akan memasuki imigrasi Vietnam, barang bawaan harus diturunkan semua dan dibawa masing- masing penumpang karena harus melewati scanner.
Kurang lebih pukul 09:00 setelah semua penumpang beres dengan imigrasi, bus kembali melanjutkan perjalanan menyusuri jalanan di Vietnam yg cukup sepi. Tiga jam kemudian, bus kembali berhenti untuk makan siang di salah satu rumah makan. Porsi makanannya termasuk banyak untuk ukuran orang Indonesia. Sangat cukup untuk 2 orang, bahkan banyak penumpang yg hanya memesan satu porsi dan dimakan berdua. Urusan perut beres, bus kembali melanjutkan perjalanan menuju Hanoi. Sekitar pukul 16:30, bus kembali berhenti untuk istirahat dan sekedar pergi ke toilet. Sempat terjadi sedikit drama disini karena semua tas penumpang yg menuju Hanoi diturunkan disini dan kita tidak tau apa yg terjadi karena terkendala bahasa. Supir bus dan asistennya sama sekali tidak bisa berbahasa inggris. Dengan berbagai bahasa isyarat, akhirnya kita tau bahwa seluruh penumpang yg menuju Hanoi disuruh untuk pindah bus yg sudah ada parkir di tempat yg sama. Kita tidak tau kenapa harus ganti bus, tetapi kemungkinan besar karena bus yg kita tumpangi tujuan akhirnya bukan ke Hanoi, sehingga kita ditumpangkan ke bus yg tujuan akhirnya Hanoi. Bus yg baru kita naiki kurang lebih sama dengan bus sebelumnya, hanya saja ruangan untuk tempat kakinya sedikit lebih luas dan nyaman. Setelah seluruh penumpang tujuan Hanoi pindah, bus melanjutkan perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam. Tepat pukul 19:00, bus akhirnya tiba di terminal di Hanoi (saya lupa nama terminalnya) dan kita semua harus turun disini karena merupakan tujuan akhir bus. 
Selamat datang di Hanoi!
Setelah menempuh perjalanan selama 25 jam, akhirnya saya berhasil melewati Luang Prabang – Hanoi jalur darat dengan rute yg disebut jalur neraka atau oleh para backpacker luar sering disebut “nightmare bus” , “worst bus journey” , ataupun “journey from hell” yg sebenarnya tidak seseram itu setelah berhasil melaluinya.
Semoga cerita ini dapat memberi gambaran ataupun bayangan bagi teman- teman yg ingin mencoba jalur darat lintas negara Laos ke Vietnam yg cukup murah jika dibandingkan dengan pesawat (4-5 kali lipat dari harga bus).
Demikian sharing kali ini, jika ada yg penasaran dengan total perjalanan keseluruhan saya melewati 4 negara Indochina dapat melihat ke highlight instagram @chrisdokido 😅
Sekian dan terima kasih.
Salam backpacker!
#LuangPrabang#Hanoi

Pictures gallery of Cerita Seru Backpacker Mengenai Trip To Hanoi Dengan Jalur Darat

  • s
Advertisement
advertisement
Cerita Seru Backpacker Mengenai Trip To Hanoi Dengan Jalur Darat | Backpacker | 4.5