Berbagi Pengalaman Traveling Ke Royal Brunei

Monday, February 11th, 2019 - Uncategorized
Advertisement
advertisement

saya mau share perjalanan ke Brunei Darussalam baru-baru ini. penerbangan Royal Brunei Airlines CGK-BWN pp. Tiket pesawat dapat sekitar Rp2,8 juta.
Untuk keberangkatan dan kepulangan, pesawatnya dapat Airbus A320. Kursi pesawat cukup nyaman, tetapi agak keras, mungkin karena dilapisi kulit (belum pernah naik pesawat seperti ini). Saat berangkat hampir tidak ada in flight entertainment karena kebagian pesawat yang in flight entertainment nya menggantung di atas 1 layar untuk sekitar 6 seat, sedangkan ketika pulang dapat IFE masing-masing. Makanan cukup enak, sesuai dengan selera. Menu keberangkatan nasi putih, ayam pedas, salad ayam, kit kat. Menu kepulangan bihun, ayam goreng, salad makaroni, cokelat royce 😍
Untuk tetap terhubung di Brunei saya membeli progresif SIM tourist seharga 10 BND, kuota 1 GB berlaku 7 hari. Free local calls dan SMS, 10 menit International calls, dan 10 international SMS. Saya 5 hari hampir habis 1 GB 🤣 jadi mungkin yang penggunaan datanya banyak bisa topup atau pakai sim yang satu lagi (DST). DST lebih mahal (25 BND untuk 1 GB, 35 BND untuk 3 GB) tetapi masa berlaku 30 hari.
Di Brunei, karena kami serombongan banyak orang, kami sewa mobil di Vinia Rental Car (nomornya bisa dicari di posting BI). Recommended. Rate 50 BND untuk APV 8 orang dan mobil yang lebih kecil 30 BND. Per 24 jam. Tetapi dulu saya diminta bayar deposit per hari 25 BND. Bisa bayar dengan SGD. Tetapi setir sendiri dan mobilnya matic. SIM Indonesia bisa digunakan di sana asal kurang daripada 90 hari.
Harga makanan cukup standar, kalau yang saya makan rata-rata 2-7 BND per porsi. Makanan rata-rata halal tetapi ada juga restoran yang menyediakan menu non-halal (terbatas).
Di sana kami serombongan tinggal di LeGallery Suites di jalan Laksamana Abdul Razak. Hotelnya sangat budget, tidak ada lift. Tetapi setidaknya cukup banyak tempat makan di sekitarnya (KFC, Jollibee, waroeng penyet, dll) dan juga ada supermarket. Tempatnya lumayan bersih. Rate standard double room 40 BND per malam. Karena kami ada yg bertiga satu kamar, kami tambah extra bed dengan rate 15 BND per malam.
Budget oleh-oleh agak mahal di sini. Saya hanya ketemu paling murah gantungan kunci 5,9 BND 6 pcs, magnet 10 BND 4 pcs. Saya beli di Your Brunei Memories (Happy Star) di dekat the Mall Gadong. Toko ini banyak cabangnya, di airport juga ada (sepertinya lebih mahal ya). Kalau mau membeli oleh-oleh banyak orang mungkin belikan saja coklat atau permen di supermarket, tetapi kebanyakan produknya impor. Brunei hampir tidak ada produksi aslinya. Kalau mau beli kaos tulisan I Love Brunei untuk anak-anak disarankan di supermarket yang di The Mall (Grand Utama kalau ga salah), 11,9 BND kalau ga salah dapat 2 potong. Mungkin sedang promo. Sepertinya di Happy Star lebih mahal ya. 
Karena ini perjalanan dinas, tak terlalu banyak tempat yang bisa dikunjungi. Tempat yang dikunjungi hanya Masjid Jame Asr Hassanal Bolkiah, Masjid Omar Ali Saifuddin, Masjid Ash Shaliheen, The Mall Gadong, Istana Nurul Amin (hanya lihat dari luar), dan Kampong Ayer.
Apakah Brunei bagus? Tanpa ragu saya akan menjawab ya. Kotanya teratur. Namun apakah Brunei direkomendasikan untuk backpacker? Saya rasa tidak. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat di sini. Kalaupun memang mau ke Brunei, tidak perlu lama, mungkin 3 hari cukup, kalau sampai seminggu bisa jadi bosan di Brunei.

Pictures gallery of Berbagi Pengalaman Traveling Ke Royal Brunei

  • z5
Advertisement
advertisement
Berbagi Pengalaman Traveling Ke Royal Brunei | Backpacker | 4.5