Backpacker Ini Liburan Naik Kereta Murah Jurusan Sidney-Melbourn

Monday, February 11th, 2019 - Ragam
Advertisement
advertisement

Ada yang bilang, kalau dari Sydney ke Melbourne naik pesawat aja, murah dan cepat. Tapi karena saya backpacker kere, memilih moda transportasi yang murah adalah prioritas utama. Kali ini saya mau mengulas perjalanan dari Sydney – Melbourne dengan NSW TrainLink semalam, menempuh 10 jam perjalanan. And I was so amazed!!

Saya membeli kursi EKONOMI seharga AUD 65, kereta tersedia di peron 1 Sydney Central Station, dan include 3 luggages : 1) max 20 kg checked – in luggage yg harus dilaporkan ke petugas sebelum kita boarding dan disimpan di gerbong bagasi; 2) 1 pcs carry-on luggage yg akan dibawa bersama kita dan diletakkan di rak belakan seat penumpang; serta 3) 1 hand luggage yg dibawa bersama penumpang dan diletakkan di atas kabin. Hebat ya say, ga kayak kereta kita yang tiap orang bisa bawa berdus-dus / koper 😂.

Seorang teman saya bilang, kalau keretanya jelek bahkan lebih bagus kereta bisnisnya PT KAI.. Tapi ketika saya masuk, alamakkk.. ini mah setara kereta eksekutif PT KAI Taksaka jurusan Jakarta – Jogja! Meskipun kursi ekonomi, tp seat nya bs reclining. Ada pijakan kaki, ada table untuk makan, dan di koridor antar gerbong ada free water bagi penumpang yang haus. (Tiwas saya bawa 2 botol nyolong air dr hostel buat sangu..😂)

Di koridor yang sama, ada toilet penumpang layaknya lavatory pesawat. Bersih plus ada sarana cuci tangan pakai sabun.

Kalau kereta eksekutif PT KAI punya TV di tiap gerbong dan colokan listrik di tiap seat, NSW Train Likn kelas ekonomi ini tidak ada. Tapi ya berhubung internet aja saya ga ada, Hp ga butuh colokan. Bayangkan, saya beli ekonomi rasa eksekutif loh. Gimana beli yg premium kan!!?

Menariknya, fasilitas yg baik didukung oleh sistem yg baik. Kondektur bertugas memeriksa nomor tiket tiap penumpang dgn smartphone di tangannya. Dia cek siapa berhenti di stasiun mana. Hebatnya, dia akan membangunkan penumpang yg akan turun di stasiun tertentu dng sangat lembut dan pelan agar tidak membangunkan penumpang lain yg sdg tidur. Tepat pukul 12 malam, lampu dalam gerbong dipadamkan agar penumpang tidur nyenyak.

Setiap 15 menit kondektur yg sama bersama temannya keliling tiap gerbong untuk berjaga-jaga dan memonitor keadaan dengan lampu senter. Ada satu kejadian, perempuan yg duduk di baris sebelah saya sengaja membawa Vodka secara sembunyi2. Padahal di Australia, jelas ada larangan membawa / mengkonsumsi alkohol di transportasi publik. Ndilalah pas perempuan ini tidur, tas nya kebuka, dan botolnya keliatan. Si kondektur lalu mengajak temannya, dan mengambil botol itu diam2.. mereka kemudian kembali ke gerbong pangkalan mereka, lalu 10 menit kemudian, si kondektur mendatangi kursi perempuan itu, dan membangunkan pelan2: “are you okay? We’re gonna talk about this”, sambil menunjuk botol itu. Dan si kondektur kemudian membantu membawa barang2 cewe itu. Long story short, kereta kemudian berhenti di salah satu stasiun dan saya melihat si cewe itu berjalan lunglai ke peron dan si kondektur mengantarkan hingga dekat pintu keluar. Sepertinya, karena ga mampu bayar denda akibat melanggar aturan, dia di berhentikan di stasiun terdekat. Wow, keren ya law enforcementnya. Coba di kita: “damai aja gimana?!” Dan petugasnya pasti mau!!

Ato kalau ga, sengaja deh petugas teriak2 agar semua orang di gerbong tau bahwa ada pelanggaran hukum: untuk efek jera, dalihnya. Tapi lupa, kalau itu bagian dari perilaku shaming dan sbg manusia, terdakwa juga tidak boleh diperlakukan demikian. Selain itu, kan ganggu penumpang yg udah nyenyak tidur ye kan..

Koq saya bisa tau sey kejadian itu? Iyalah, saya ga tidur sama sekali sepanjang perjalanan gara – gara dua orang laki-laki ngorok ga karuan kerasnya di belakang saya dan anak laki-laki depan saya nongas nangis ga jelas maunya apa! Mungkin Saking ramahnya petugas kereta terhadap lansia dan anak-anak, ga pun ditegurnya orang-orang ini!

Nah yang mengesankan, PEMANDANGAN memasuki wilayah Melbourne dengan kereta ini luar biasa sekali! Padang rumput luas dng sapi – sapi makan rumput! Indah banget! Sayang HP saya jelek, jadi fotonya ga bagus ya!

Oya, kereta ini sempat delay 70 menit di Sydney dan kami disediakan coffee and tea sebagai kompensasi. Plus, tak henti2nya mereka ucap permintaan maaf karena sudah delay. Ada kali 10 kali ucapan maaf sampai turun di Melbourne. Hebattttt!!

Saya terkesima dengan fasilitasnya yang OK, layanan yang ramah dan sopan. Saya kira PT KAI harus banyak belajar dari Australia bagaimana mengembangkan sistem perkeretaapian untuk Indonesia, pulau Jawa pada khususnya. Dan tentu saja, hal seperti ini juga membuat saya belajar bagaimana harus patuh pada aturan dan bersikap ramah pula pada orang lain. Cerita lengkapnya, tunggu di blog saya nanti pas pulang ya: ruby-khatulistiwa.blogspot.com

Pictures gallery of Backpacker Ini Liburan Naik Kereta Murah Jurusan Sidney-Melbourn

  • q1
Advertisement
advertisement
Backpacker Ini Liburan Naik Kereta Murah Jurusan Sidney-Melbourn | Backpacker | 4.5