4 Days Trip To Hong Kong & Macau.

Wednesday, March 27th, 2019 - Hongkong
Advertisement
advertisement

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya 7-10 September 2018, saya melakukan solo travelling ke Hong Kong & Macao (solo travelling trip ketiga saya di tahun 2018 ini, setelah sebelumnya melakukan solo trip ke KL di bulan Februari, dilanjutkan solo trip ke Singapore & Bangkok di bulan Mei, lalu solo trip ke Penang awal November & berakhir solo trip “promo gledek MH” ke KL-Melaka di pertengahan November). Jangan ada yang tanya ya, kenapa solo travelling terus (nasib jomblo, 😢😭). Ngga pernah terbayangkan sebelumnya, di tahun ini saya melakukan 5x trip keluar negeri (LN), setelah desember 2017 lalu untuk pertama kalinya saya travelling ke LN (Singapore) bersama teman saya. Travelling abroad is so addicted, semenjak saya bergabung di group ini di awal tahun ini dan dijejali oleh informasi promo tiket murah maupun story perjalanan teman-teman di group ini, membuat saya ingin mengeksplore tempat/negara baru, bahkan rencana trip tahun depan pun sudah cukup padat, 😅 ..

Berikut itinerary saya selama 4 hari trip ke Hong Kong & Macau, berbekal informasi yang saya dapatkan dari group BI, mbah google, membaca travel blogs, menonton travel vlogs di youtube, dan aplikasi google map & moovit app untuk panduan transportasinya.

DAY 1.

✈ Flight Jakarta (1.30 AM) – Hong Kong (11.20 AM) by AirAsia (transit KL 2 jam 50 menit). Sengaja pilih flight paling pagi, karena saya termasuk yang kesulitan jika harus bangun pagi untuk mengejar flight pagi di airport 😅 dan lebih memilih menginap di Terminal 3 Soetta Airport di malam harinya 😴 .. Sewaktu transit di KLIA2, saya hampir saja ketinggalan flight ke Hong Kong gara-gara saya kelupaan setting waktu di hp saya (masih di setting manual waktu Jakarta, belum saya rubah waktu KL), saya pikir saya masih punya banyak waktu sehingga saya bersantai ria di area transit, hingga akhirnya sadar ketika lihat papan pengumuman kalau flight saya sudah “last call” 😲🤦‍♂, langsung buru2 lari 🚶🏃🚶ke departure gate, beruntung masih sempat terkejar, meskipun saya jadi salah satu penumpang terakhir yang masuk pesawat, lega rasanya begitu saya sudah duduk di seat saya, huff, hampir saja,😂 dan entah mengapa view dari jendela pesawat pagi itu terasa begitu indahnya🌅.

Sampai di HKIA T2 tepat pada waktunya, lalu saya bergegas berjalan ke area Imigrasi dan setelah keluar area imigrasi segera mencari penunjuk arah ke Bus Terminus untuk naik Airport Bus 🚍 (sengaja pilih airport bus karena lebih murah dari airport express 🚄, dan waktu tempuhnya juga hanya 1 jam ke Tsim Sha Tsui, Kowloon dimana penginapan saya berada). Disini saya baru sadar bahwa saya kelupaan membeli Octopus card, sepengetahuan saya ada counter di dalam airport untuk pembelian Octopus card. Segera saya googling di hp mengenai lokasi counter penjualan Octopus card di HKIA, kebetulan saya sudah aktifkan XL pass, tapi entah mengapa sinyal internetnya suka putus-nyambung disana. Akhirnya saya coba tanya salah satu petugas di Airport, dan dia memberitahu bahwa Octopus card bisa dibeli di MTR Station tempat Airport Express berada. Saya langsung ke MTR Station untuk membeli Octopus card seharga HKD 150 (HKD 50 sebagai deposit yang bisa kita refund, dan HKD 100 untuk initial stored value-nya) dan langsung saya top up HKD 200, sehingga total HKD 300 stored di Octopus card saya untuk keperluan 4 hari di Hong Kong. Di tempat ini pula, kita dapat melakukan proses refund deposit Octopus card kita sebelum meninggalkan Hong Kong. Lokasi Bus Terminus berdekatan dengan MTR Stasiun, karena saya akan ke Tsim Sha Tsui, saya naik Bus A21 ke arah Kowloon, kena charge HKD 33 dengan Octopus card. Perjalanan kurang lebih selama 1 jam dan banyak pemandangan yang bisa dilihat disepanjang perjalanan. Kemudian saya berhenti di Stop 13, Cameron Road, Nathan Road, dan dilanjutkan berjalan kaki ke penginapan saya.

Untuk penginapan 🏨🛌, saya menginap selama 3 malam di Pearl Premium Guest House yang terletak di Mirador Mansion, Lt.16. Harganya cukup murah untuk traveler dengan budget terbatas 💵, Rp.275rb/malam untuk Single Room (meskipun kamar cukup sempit, tapi fasilitas di dalam kamar cukup lumayan + Wifi-nya jg cepat). Saya sengaja pilih lokasi disini karena lokasinya yang strategis (dilewati oleh jalur airport bus A21, dekat dengan Tsim Sha Tsui MTR Station, sekitar 5-10 menit jalan kaki ke Tsim Sha Tsui Promenade, 10-15 menit jalan kaki ke Star Ferry Terminal, 10-15 menit jalan kaki ke HongKong-Macau Ferry Terminal).

Sore harinya saya jalan-jalan ke Tsim Sha Tsui Promenade & Clock Tower (sayang sekali Avenue of the Stars sedang direnovasi waktu itu) dan menikmati Symphony of Light di lokasi yang sama pada malam harinya. Malam harinya saya makan malam di KFC 🍗 yang berada di dekat penginapan. Porsi makan di KFC di Hong Kong, sekitar HKD 40-50 (masih cukup terjangkau dibandingkan makan di rumah makan yang bisa berkisar HKD 80-100/porsi), dan surprisingly, rasa menu makanan KFC disana lumayan enak (dibandingkan KFC di negara lain yang pernah saya kunjungi, seperti di Malaysia & Thailand).

DAY 2

Keesokan harinya saya melakukan one day trip ke Macao, setelah sempat sarapan di hotel (makan roti 🥐🍞 yang saya beli di 7-11 semalam sebelumnya), dari penginapan saya langsung meluncur ke Hong Kong – Macao (Outer) Ferry Terminal, sampai disana sekitar jam 8 pagi, kemudian beli ticket on the spot untuk turbojet ferry (HKD 175/one way/weekend) untuk penyebrangan jam 8.45 pagi. Sengaja pilih turbojet, karena akan ke Macau (Outer) Ferry Terminal, sedangkain Cotai Waterjet hanya ke Macau Taipa Ferry Terminal. Alasan memilih rute ini karena saya ingin mengunjungi senado square di pagi harinya, baru ke taipa sore harinya dan juga untuk kemudahan naik free shuttle bus 🚍 di lokasi yang ingin saya kunjungi (selama di macau, saya tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk transportasinya, benar-benar hanya mengandalkan free shuttle bus). Perjalanan Ferry ⛴ ke Macao berkisar selama 1 jam lamanya.

Dari Macau Ferry Terminal, saya naik shuttle bus Grand Lisboa, sesampainya disana saya ambil beberapa foto di Grand Lisboa & Casino Lisboa, lalu berjalan kaki sekitar 5-10 menit menuju Senado Square. Dari Senado Square lalu saya jalan keliling lokasi wisata yang lainnya yang kebetulan masih berada di area yang berdekatan seperti Macao Cathedral Church, St. Dominic’s Church, Ruins of St.Paul’s Church ⛪, Museum of Sacred Art, Museu de Macau, & Monte Fort . Sewaktu di Senado Square, saya cukup surprise karena di dekat saya ada 2 cewek (usianya masih lumayan muda) yang lagi asyik foto-foto dan berbicara dalam bahasa jawa. Hmm, mungkin turis dari Indo, tapi dari gaya bicara & tingkah lakunya bisa juga “expatriate” yang bekerja di HongKong sedang menghabiskan weekend di Macau, pikirku dalam hati. Saya berada disana sekitar 3-4 jam lamanya, dan saya begitu mengagumi arsitektur peninggalan portugis disana. 
Oh, ya, tips bagi yang ingin mengunjungi Senado Square dan sekitarnya, usahakan hindari pergi kesana disaat weekend, padat sekali pengunjungnya, hingga saya kesulitan untuk ambil foto di wilayah ini.

Setelah cukup puas explore-nya dan menyempatkan diri makan siangnya di McD di sekitar area tersebut, saya segera bergegas berjalan kaki kearah Hotel Sintra untuk mencari free shuttle bus-nya City of Dreams yang bisa kita gunakan untuk pergi ke Macau Taipa. Saya sempat kebingungan mencari free shuttle bus-nya (info yang saya dapatkan terletak di dekat Hotel Sintra), ternyata letaknya di dekat Grand Emperor Hotel Macau yang berada di seberang Hotel Sintra. Di Grand Emperor Hotel Macau sendiri juga ada shuttle bus-nya, tapi khusus penghuni hotel tersebut, jadi jangan salah antrian (bus stop-nya City of Dream terletak sekitar 20 m dari lokasi shuttle bus-nya Grand Emperor Hotel Macau). Perjalanan ke Macau Taipa sekitar 20 menit.

Sesampainya di City of Dream, saya lalu berjalan kaki ke Venetian Macao yang letaknya diseberang City of Dream, setelah sempat foto-foto 📸 di depan City of Dream & Venetian Macao, saya memutuskan berjalan kaki ke the Parisian yang terletak tidak jauh dari the Venetian, untuk melihat & ambil foto replika Eiffel tower disana, sebelum akhirnya kembali ke Venetian Macao dan masuk ke dalam gedungnya. Setelah sempat masuk ke area casino-nya, akhirnya sampai juga di area replika kota Venice lengkap dengan gondola-nya 🛶 berada.

Sore harinya, saya memutuskan kembali ke Macau (Outer) Ferry Terminal menggunakan Free Shuttle Bus-nya Venetian Macau. (Note : FYI. Ferry dari Macau (Outer) ke Kowloon by Turbojet Ferry paling malam jam 22.20, sedangkan Ferry dari Macau Taipa ke Kowloon dengan Cotai Waterjet paling malam jam 19.45. Waktu itu belum ada jalur darat pakai Bus, jika melakukan one day trip dari Hong Kong, opsi menyeberang menggunakan Turbojet lebih masuk akal dibandingkan menggunakan Cotai Waterjet, terutama jika ingin berlama-lama di Macau). Saya membeli tiket on the spot untuk menyebrang ke Hong Kong – Macau Ferry Terminal di Kowloon seharga HKD 200 (night sailing price/weekend).

Sesampainya di Kowloon, saya makan malam di KFC (lagi), dan lanjut naik MTR 🚈 ke Mongkok Station, untuk selanjutnya jalan ke Ladies Market. Surprisingly, turis yang berbelanja disana malam itu kebanyakan turis Indo. Disana saya membeli sebuah kaos buat kenang-kenangan, lalu kembali ke hotel untuk istirahat.

DAY 3

Pagi harinya saya bergegas ke Tsim Sha Tsui Star Ferry Terminal. Saya menyempatkan diri untuk menikmati view Hong Kong Skylines dari Tsim Sha Tsui Promenade (yang merupakan favorite saya selama disana) selama beberapa menit, kemudian membeli roti & air mineral di 7-11 di Ferry Terminal untuk sarapan pagi. Harga Tiket HKD 3.7/person/upper deck seat/weekend, perjalanan selama kurang lebih 15 menit.

Setibanya di Hong Kong Central Pier sekitar pukul 09.30, saya segera mencari Bus Stop No.15 untuk menuju ke Victoria Peak, lokasi bus stop tepat di depan ferry pier (untuk rute dari dan ke Kowloon), berjalan kaki sedikit kearah kanan sekitar 20-30 m. Bus Stop-nya gampang dicari karena akan banyak turis mancanegara yang mengantri di bus stop tersebut. Schedule bus-nya lewat di bus stop tersebut jam 10.00 (info dari moovit app). Tarif-nya HKD 9.8 (one way), perjalanan kurang lebih sekitar 1 jam, di sepanjang perjalanan pemandangannya cukup bagus & menegangkan. Sampai di Victoria Peak Bus Terminus pukul 11.00.

Kebetulan waktu itu cuacanya sedang tidak bagus dan agak mendung, saya memutuskan tidak naik ke Sky Terrace karena harga tiket-nya cukup mahal (HKD 52) dan view-nya tidak begitu bagus karena terhalang kabut tebal. Saya berjalan ke Lion’s Pavillion yang terletak di samping The Peak Tower, dan mengambil foto view Hong Kong dari sana. Lumayan ramai juga disana, bedesak-desakan untuk bergantian mengambil foto. Masih kurang puas dengan view-nya, saya memutuskan berjalan kaki menyusuri Victoria peak circle walk. Ada 2 jalur yang bisa dilalui dari The Peak Tower, dari Lugard Road & Harley Road. Saya memilih berjalan kearah Lugard Road (sekitar 20-30 meter dari The Peak Tower), karena dari Informasi yang saya dapatkan dari internet, di sepanjang Lugard Road ada beberapa spot foto yang view-nya bagus tak kalah bagusnya dengan view dari Sky Terrace, dan di sepanjang Harley Road tidak banyak yang bisa dilihat (seperti berjalan ditengah bukit), dan benar saja setidaknya ada 3 Lugard Road Lookout untuk mengambil foto2 view Hong Kong, lokasi yang pertama dicapai sekitar 12-15 menit jalan kaki, lokasi kedua sekitar 3-5 menit dari lokasi pertama, lokasi ketiga sekitar 2-3 menit dari lokasi yang pertama. Lokasi spot foto tersebut cukup luas & lumayan sepi (mungkin karena tidak banyak yang tau tempatnya, dan kalaupun tau ada lokasi tersebut, rada malas jalan kaki kesana-nya). Setelah kurang lebih 35 menit berjalan, ada tempat peristirahatan dan saya pun berhenti sejenak disana. Disana ada plang penunjuk arah, 45 menit ke peak tram station via Harley Road & 30 menit ke peak tram station via Lugard Road. Saya pun melanjutkan perjalanan ke the Peak Tower.

Tips : The Peak Tower lumayan ramai disaat weekend, begitu juga dengan antrian Peak Tram-nya, siang hari saja sudah lumayan ramai apalagi sore hari (hmm, untung saja saya naik bus). Jika ingin mengunjungi Victoria Peak dan mendapatkan view yang bagus, sebaiknya kesana sore hari, karena meskipun di pagi-siang hari lumayan agak sepi, tapi biasanya cenderung berkabut tebal.

Sesampainya di The Peak Tower, saya makan siang di Burger King disana, double cheese burger seharga HKD 70 (hmm, untung saja tadi ngga jadi naik ke Sky Terrace).Selesai makan, saat keluar dari The Peak Tower, saya melihat plang ke Mount Austin Playground & Victoria Peak Garden. Karena penasaran, jadilah saya lanjut berjalan kaki menyusuri Victoria Peak Hiking Trail ⛰. Mount Austin Playground hanya sekitar 5-10 menit jalan kaki dari The Peak Tower.
Mount Austin Playground, merupakan sebuah taman bermain yang cukup luas. Ada beberapa keluarga & anak-anak kecil yang beristirahat dan bermain disana. Kemudian saya melanjutkan perjalanan ke Victoria Peak Garden selama kurang lebih 15-20 menit dari Mount Austin Playground, tapi dikarenakan jalannya lumayan menanjak, plus saya habis jalan keliling Victoria Peak Circle Walk, membuat perjalanan terasa melelahkan. Victoria Peak Garden biasa saja ternyata, tidak terlalu istimewa. Sekitar 5 menit dari Victoria Peak Garden, terdapat Victoria Peak Pavillion, disana kita bisa melihat view pemandangan dari atas sana.

Setelah puas explore Victoria Peak, saya melanjutkan perjalanan ke Central Pier naik Bus No.15, sesampainya di Central Pier, saya berjalan menyusuri Victoria Harbour, disana saya menjumpai banyak “expatriate” disana, tak hanya dari Indonesia, tapi banyak juga “Filipino” maupun “Thai” disana. Mungkin karena waktu itu pas kebetulan hari minggu, banyak diantara mereka yang berkumpul & bikin acara di sepanjang Victoria Harbour.

Selanjutnya, saya naik MTR ke Causeway Bay. Disana pertama kalinya saya melihat Tram di Hong Kong. Daerah sana ramai sekali, sepertinya daerah favorite bagi para turis maupun warga Hong Kong sendiri untuk hangout mengingat banyak Shopping Mall disana. Bahkan di salah satu sudut persimpangan jalannya mengingatkan saya dengan Shibuya Crossing yang saya lihat di travel vlogs (belum pernah ke Jepang sih, he7x).

Setelah puas explore Causeway Bay, kemudian saya naik MTR ke Wan Chai, di dekat MTR Station Wan Chai terdapat beberapa club malam, sepertinya saya memasuki salah satu “Red District”-nya Hong Kong. Lalu saya lanjutkan perjalanan naik MTR ke daerah Admiralty, disana isinya perkantoran semua, sepertinya daerah ini merupakan area CBD-nya Hong Kong. Lalu, saya pun berlanjut naik MTR ke Central, kemudian berjalan kaki ke area “Lan Kwai Fong”, salah satu “Red District” yang terkenal itu (bahkan sampai ada film-nya). Banyakclub malam disini, dan lebih eksklusif dengan yang saya lihat di dekat MTR Stasiun Wan Chai.

Hari sudah mulai malam, saya pun bergegas kembali ke MTR Central untuk naik MTR ke Tsim Sha Tsui Station, lanjut makan malam (lagi-lagi di KFC), dan istirahat di Hotel. One day trip di Hong Kong Island kali ini memang terasa berkesan, maybe next time saat saya ada kesempatan kembali ke Hong Kong lagi, saya ingin explore Hong Kong Island lebih lama lagi, sayang sekali untuk trip kali ini, saya tidak sempat jalan Central-Mid Levels Escalators yang terkenal itu, Victoria Park tempat berkumpulnya para TKI, dan masih banyak sekali lokasi yang ingin saya kunjungi.

DAY 4

Keesokan hari-nya, pagi-pagi saya naik MTR dari Tsim Sha Tsui Station menuju Diamond Hill Station, dari saya kemudian saya menyempatkan beli roti & air mineral untuk sarapan pagi, lalu lanjut jalan kaki sekitar 5 menit ke Nan Lian Garden. Nan Lian Garden buka mulai pukul 07.00, suasananya masih sepi di pagi hari, tidak ada satupun turis yang saya lihat disana, hanya ada beberapa lansia yang sedang jogging, kemudian saya lanjut ke Chu Lin Nunnery yang masih berada di kompleks yang sama. Setelah puas foto2, saya pun kembali ke Tsim Sha Tsui.

Dikarenakan masih sekitar jam 9 pagi, masih ada sekitar 3 jam lagi sebelum check-in, saya memutuskan untuk pergi ke Kowloon Park. Kowloon Park ternyata cukup luas, banyak area yang menarik disana. Ada kolam yang berisi puluhan flamingo, ada Chinese Garden yang di dalamnya ada Pavillion & kolam yang berisi puluhan turtles, ada taman bermain anak-anak yang didalamnya terdapat belasan patung anime, dan sebagainya.

Saya check-out dari penginapan sekitar jam 11 siang, setelah sebelumnya brunch di KFC (lagi), jalan ke daerah MongKok untuk explore area tersebut, baru kemudian naik MTR dari MongKok Station ke Tung Chung Station. Sesampainya di Tung Chung Station, saya berjalan selama 10 menit menuju New Lantao Bus Terminus, yang letaknya setelah Cable Car station. Dari Tung Chung Bus Terminus, saya naik New Lantao Bus No.23 menuju Ngong Ping Village, seharga HKD 16/one way/weekdays (untuk weekend HKD 25), perjalanan sekitar 1 jam lamanya. Saya sengaja pilih naik bus, karena harga tiket Cable Car yang cukup mahal, HKD 160/one way/Standard Cabin (HKD 215/one way/Crystal Cabin).Di Ngong Ping Village, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Tan Tian Buddha (Big Buddha), Wisdom Path, &Po Lin Monastery🏯 .Saya sempat was-was selama disana karena cuaca mendung takut turun hujan deras ⛈☂ (terutama saat berada di Wisdom Path yang lokasinya cukup jauh dari gate). Setelah puas explore & foto-foto disana, saya kembali menggunakan bus No.23 menuju New Lantao Bus Terminus, dan berjalan kaki menuju Tung Chung Station Bus Terminus.

Dari Tung Chung Station Bus Terminus, saya naik Bus S1 menuju ke airport, perjalanan selama kurang lebih 15 menit (seharga HKD 3.5), sampai di HKIA sore hari.

Berbeda dengan sewaktu berangkat ke Hong Kong, pulangnya saya ambil flight malam (pukul 22.00) menggunakan Scoot transit Singapore malam harinya, dan lanjut ke Jakarta pagi hari-nya yang kebetulan pas tanggal merah, sesampainya di Jakarta punya istirahat yang cukup sebelum mulai bekerja lagi keesokan harinya. Maklumlah fakir cuti (senangnya ambil cuti 2 hari bisa liburan selama 5 hari).

Tips : Jika ingin pergi ke Hong Kong, perhatikan juga cuaca di bulan tersebut. Beberapa hari sebelum berangkat ke Hong Kong, jika di bulan Juli-September itu rainy season disana, beruntung selama saya disana hanya beberapa kali gerimis, bahkan tepat seminggu setelah pulang Hong Kong dihajar hujan badai.

So far, trip ke Hong Kong & Macao kali ini cukup berkesan buat saya. Meskipun ada sedikit kesan monoton (people, culture & language yang cukup homogen) tapi buat saya cukup menyenangkan travelling disana. Kotanya lumayan bersih & rapi. Transportasi umumnya cukup mudah & lumayan murah juga (selama disana selama 4 hari, yang jadi pengeluaran terbesar saya untuk transportasi hanyalah tiket ferry pp hong kong – macau). Bagi penyuka jalan kaki, hampir semua jalan disana ada trotoarnya. Banyak sekali public places yang menarik & “free entrance” disana. Mungkin sisi minusnya, hanyalah biaya hidup (makan & akomodasi) yang cukup mahal disana. Jika ada kesempatan, saya pasti akan kembali lagi.

Pictures gallery of 4 Days Trip To Hong Kong & Macau.

  • q2
Advertisement
advertisement
4 Days Trip To Hong Kong & Macau. | Backpacker | 4.5